BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini

M Nurhadi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:21 WIB
BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini
Sebagai Ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memasukkan empat emiten (KOCI, MKAP, KIJA, PBSA) dalam pengawasan UMA sejak Senin (12/1).
  • Keputusan ini diambil karena terjadi lonjakan harga saham yang signifikan dan tidak wajar dalam kurun waktu singkat.
  • Pengawasan UMA bertujuan melindungi investor dan memastikan perdagangan berjalan secara teratur serta sehat bagi pelaku pasar.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi memasukkan empat emiten ke dalam radar pengawasan ketat dengan kategori Unusual Market Activity (UMA).

Keempat emiten tersebut adalah PT Kokoh Exa Nusantara Tbk. (KOCI), PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk. (MKAP), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA), dan PT Paramita Bangun Sarana Tbk. (PBSA).

Keputusan ini diambil menyusul adanya aktivitas transaksi yang dinilai tidak wajar, ditandai dengan lonjakan harga saham yang sangat signifikan dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Investor diminta untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi terkait keempat saham tersebut, mengingat fluktuasi yang terjadi berada di luar kebiasaan pasar pada umumnya.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, memberikan penjelasan mengenai latar belakang penetapan status pengawasan khusus ini.

Menurutnya, publikasi status UMA merupakan bagian dari protokol bursa untuk memastikan perdagangan berjalan dalam koridor yang sehat.

“Pengumuman ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan investor. Keputusan tersebut mulai efektif diberlakukan pada Senin (12/1),” ungkap Yulianto dalam rilis resminya.

Ia juga menegaskan bahwa langkah ini diambil agar perdagangan tetap berlangsung secara teratur, wajar, serta efisien bagi seluruh pelaku pasar.

Berdasarkan data perdagangan, keempat emiten ini memang menunjukkan performa harga yang luar biasa kuat, yang kemudian memicu kecurigaan sistem pengawasan bursa.

baca juga

Saham KOCI, misalnya, tercatat mengalami lonjakan hingga 91,01 persen hanya dalam sepekan terakhir, di mana harganya melompat 81 poin menuju level Rp170. Jika ditarik lebih jauh, dalam kurun waktu tiga bulan, saham ini sudah meroket 120,78 persen dari harga Rp77 pada pertengahan Oktober 2025.

Sementara, harga saham KOCI pada penutupan sesi 1 hari ini ada di 228.

Performa serupa juga ditunjukkan oleh MKAP. Emiten ini mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 68,57 persen ke posisi Rp590. Dalam periode triwulanan, saham MKAP terpantau telah menambah nilai sebesar 210 poin atau tumbuh sekitar 55,26 persen. Saat ini, harga saham MKAP ada di angka 680.

Sementara itu, emiten kawasan industri KIJA juga tidak ketinggalan dengan penguatan mingguan sebesar 68,57 persen ke level Rp354.

Dibandingkan dengan harga pada 12 Oktober 2025 yang berada di angka Rp183, KIJA telah menguat drastis sebesar 93,44 persen secara triwulanan. Sedangkan harga saham KIJA saat artikel ini ditulis ada di 334.

Di sisi lain, PBSA mencatatkan rekor kenaikan poin tertinggi. Dalam satu minggu terakhir, harganya melesat 540 poin atau 33,54 persen ke Rp2.150. Lonjakan paling tajam terlihat pada data triwulanan, di mana PBSA meroket hingga 138,89 persen dari harga dasar Rp900.

Meski sudah menyandang status UMA per Senin (12/1), respons pasar terhadap keempat saham ini terpantau terbelah atau mixed. Beberapa saham justru seolah mengabaikan peringatan bursa dan tetap melaju di zona hijau, sementara sebagian lainnya mulai masuk ke fase koreksi.

Saham KOCI terpantau masih menjadi primadona spekulasi dengan kenaikan tajam 30,59 persen ke harga Rp222 pada perdagangan awal pekan ini. Langkah serupa diikuti oleh MKAP yang masih sanggup melesat 16,10 persen ke level Rp685.

Kondisi berbeda dialami oleh KIJA dan PBSA. Pasca pengumuman pengawasan, KIJA mulai bergerak melandai dengan koreksi sebesar 4,52 persen ke posisi Rp338.

Tekanan jual lebih dalam terjadi pada saham PBSA yang anjlok hingga 8,37 persen ke level Rp1.970, menghapus sebagian keuntungan besar yang didapat pada pekan sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991

IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 09:18 WIB

Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026

Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 08:32 WIB

BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya

BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya

Bisnis | Minggu, 11 Januari 2026 | 17:04 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan

Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 09:40 WIB

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:26 WIB

7 Wallpaper Laptop Penarik Keberuntungan Karir dan Wirausaha menurut Feng Shui dan Psikologi

7 Wallpaper Laptop Penarik Keberuntungan Karir dan Wirausaha menurut Feng Shui dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 09:25 WIB

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:17 WIB

4 Serum Bioaqua untuk Anti-Aging di Bawah Rp30 Ribu, Wajah Kencang Awet Muda

4 Serum Bioaqua untuk Anti-Aging di Bawah Rp30 Ribu, Wajah Kencang Awet Muda

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 09:15 WIB

Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang

Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 09:10 WIB

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Jawa Tengah | Minggu, 13 September 2026 | 09:08 WIB

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:05 WIB

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 09:00 WIB

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:55 WIB

×