MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 28 Januari 2026 | 16:30 WIB
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • MSCI mencium adanya ketidakberesan data saham di RI yang dianggap 'milik publik' ternyata dikuasai oleh segelintir pengendali.
  • Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengungkapkan pihak telah melakukan berbagai cara untuk dapat memulihkan kepercayaan kepada MSCI.
  •  MSCI juga meragukan kemudahan investor asing dalam keluar-masuk pasar modal Indonesia. Masalah birokrasi, aturan yang tumpang tindih, atau hambatan teknis lainnya.

Suara.com - Panggung pasar modal Indonesia baru saja dihantam badai yang membuat para investor terhenyak. Belum lama kita merayakan euforia IHSG yang menyentuh level psikologis 9.000, kini kita harus menyaksikan kenyataan pahit bernama Trading Halt.

Pada Rabu (28/1/2026), perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa dihentikan sementara setelah indeks terjun bebas hingga 8% ke level 8.261. Ini bukan sekadar koreksi teknis biasa, ini adalah alarm keras bahwa ada sesuatu yang "tak beres" dalam struktur pasar saham RI.

Semua kekacauan ini bermula dari keputusan mengejutkan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Bagi orang awam, nama ini mungkin terdengar asing, namun di dunia investasi, MSCI adalah 'kitab suci'.

Banyak manajer investasi raksasa dunia menggunakan indeks MSCI sebagai acuan (benchmark) untuk mengalokasikan dana triliunan rupiah mereka. Ketika MSCI secara mengejutkan membekukan perlakuan indeks bagi saham-saham Indonesia, pesan yang sampai ke telinga investor global adalah 'Pasar Indonesia sedang tidak aman.'

Free float adalah jumlah saham yang benar-benar beredar di publik dan tersedia untuk diperjualbelikan. MSCI mencium adanya ketidakberesan dalam pelaporan angka ini. Jika saham yang dianggap 'milik publik' ternyata dikuasai oleh segelintir pengendali secara tidak langsung, maka likuiditas pasar hanyalah semu.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengungkapkan pihak telah melakukan berbagai cara untuk dapat memulihkan kepercayaan penyedia layanan indeks MSCI terkait free float.

"Kami BEI, OJK dan KSEI bukan tidak melakukan sesuatu. Kita lakukan perbaikan terkait free float yang sudah ada," ujar Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI, Rabu (28/1/2026).

Iman menegaskan perbaikan tersebut membutuhkan waktu dan tidak bisa langsung memuaskan pihak MSCI sehingga mereka memutuskan untuk membukukan sementara saham-saham RI.

"Mereka (MSCI) kan minta bulan Desember, dan harus diputuskan di tanggal ini, free float yang diminta datanya butuh waktu," jelas Iman.

baca juga

MSCI juga meragukan kemudahan investor asing dalam keluar-masuk pasar modal Indonesia. Masalah birokrasi, aturan yang tumpang tindih, atau hambatan teknis lainnya membuat pasar modal RI dianggap "sulit ditembus".

Analoginya, jika ingin membeli tiket konser penyelenggara bilang ada 1.000 tiket tersedia untuk umum (free float). Namun, saat mencoba membelinya, ternyata 900 tiket sudah dipesan oleh "orang dalam" dan tidak bisa diperjualbelikan lagi. Alhasil pembeli itu akan merasa tertipu dan pergi meninggalkan konser tersebut. Itulah yang dirasakan investor asing saat ini.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menegaskan setiap emiten wajib membuka informasi terkait pihak-pihak yang berelasi dengan pemilik dan memiliki kepentingan dengan para pengendali.

"(Perusahaan harus) define berapa kepemilikan mayoritas perusahaan terbata (PT) berapa persen, direksi berapa dan underwriternya," ungkap Ivan.

Pihak BEI sendiri menyadari bahwa sorotan MSCI ini adalah tamparan keras bagi kredibilitas pasar modal tanah air. BEI berkomitmen untuk meninjau kembali aturan free float dan memastikan bahwa data yang disajikan ke publik adalah data yang akurat, bukan sekadar angka di atas kertas.

"Kami memandang masukan yang disampaikan MSCI adalah bagian penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia. Kami memahami bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor," ujar Corporate Secretary Kautsar Primadi lewat keterangan resmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham-saham Emiten Tambang Rontok Massal

Saham-saham Emiten Tambang Rontok Massal

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:40 WIB

Apa Itu Trading Halt Saat IHSG Anjlok 8 Persen, Siapa yang Melakukannya?

Apa Itu Trading Halt Saat IHSG Anjlok 8 Persen, Siapa yang Melakukannya?

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 14:55 WIB

IHSG Trading Halt Pada Sesi 2 Imbas Tekanan MSCI, BEI Segera Gerak Cepat

IHSG Trading Halt Pada Sesi 2 Imbas Tekanan MSCI, BEI Segera Gerak Cepat

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 13:54 WIB

Terkini

Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Tim Futsal SMA Terbaik Berebut Gelar Juara

Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Tim Futsal SMA Terbaik Berebut Gelar Juara

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?

Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Viral Video! Kelakuan Anggota Dewan, Berawal Saling Hina Lalu Baku Pukul saat Sidang

Viral Video! Kelakuan Anggota Dewan, Berawal Saling Hina Lalu Baku Pukul saat Sidang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi

Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Mahasiswa Serbia Bersih-Bersih Institusi, Kepala Intelijen hingga Direktur Polisi Dipaksa Mundur

Mahasiswa Serbia Bersih-Bersih Institusi, Kepala Intelijen hingga Direktur Polisi Dipaksa Mundur

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Kemenhub Ungkap 39 Persen Keterlibatan Kecelakaan Lalu Lintas Berasal dari Usia Pelajar

Kemenhub Ungkap 39 Persen Keterlibatan Kecelakaan Lalu Lintas Berasal dari Usia Pelajar

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik

Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pendapatan Indosat Tumbuh 11 Persen, Bisnis AI Cloud Bidik 100 Juta Dolar AS pada 2026

Pendapatan Indosat Tumbuh 11 Persen, Bisnis AI Cloud Bidik 100 Juta Dolar AS pada 2026

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?

Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:35 WIB

3 Rekomendasi Bedak Tabur Transparan Lokal, Bisa Diandalkan untuk Mengunci Makeup

3 Rekomendasi Bedak Tabur Transparan Lokal, Bisa Diandalkan untuk Mengunci Makeup

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:35 WIB

×