Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI

M Nurhadi

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:43 WIB
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • BEI melakukan sinkronisasi data investor dengan KSEI untuk memperinci sembilan kategori yang sudah ada menjadi sub-kategori lebih spesifik.
  • BEI berkoordinasi intensif dengan KSEI untuk mendetailkan profil investor, ditargetkan publikasi data sebelum Mei 2026.
  • Direktur Utama BEI mengklarifikasi kendala metodologi dari MSCI, bukan ketidaksiapan, dalam penyediaan data *free float* emiten.

Suara.com - Menyikapi langkah tegas Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan proses rebalancing indeks saham Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak cepat untuk melakukan sinkronisasi data.

Otoritas bursa berencana untuk melakukan pendetailan lebih mendalam terhadap profil investor yang terdaftar, baik di sistem BEI maupun PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Hingga saat ini, KSEI sebenarnya telah mengklasifikasikan data ke dalam sembilan kategori investor, termasuk manajer investasi dan korporasi, serta memisahkan asal investor berdasarkan domisili domestik dan mancanegara.

Namun, standar tersebut dinilai masih perlu diperinci untuk memenuhi ekspektasi pasar global.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menjelaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan KSEI untuk memecah sembilan kategori yang sudah ada menjadi sub-kategori yang lebih spesifik. Penambahan jenis golongan investor ini sedang dalam tahap perumusan teknis.

"Ke depan, ini yang sedang kami upayakan bersama dengan KSEI adalah dari sembilan jenis investor itu, kami berharap bahwa akan bisa turun lebih detail. Nanti penggolongan investornya ini yang teman-teman KSEI lagi merumuskan, kami akan tambah berapa jenis investor lagi di bawahnya," ujar Irvan pada Rabu (28/1/2026), seperti yang dikutip dari Antara.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BEI juga telah membuka ruang diskusi dengan penyedia indeks internasional lainnya, seperti Financial Times Stock Exchange (FTSE).

Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih tajam mengenai struktur pemegang saham emiten di tanah air.

Irvan menargetkan agar informasi mendetail dari KSEI tersebut sudah dapat dipublikasikan ke publik melalui Bursa sebelum memasuki bulan Mei 2026.

baca juga

Kendala Metodologi dan Klarifikasi Manajemen BEI

Di lokasi yang sama, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, memberikan klarifikasi terkait tudingan ketidaksiapan bursa. Ia menegaskan bahwa komunikasi dengan pihak MSCI sebenarnya telah terjalin sejak Desember 2025.

Hanya saja, dalam proses tersebut, BEI menghadapi kendala karena tidak mendapatkan spesifikasi data investor yang diminta secara gamblang oleh MSCI.

Meskipun BEI telah berupaya menyajikan data free float emiten sejak akhir tahun lalu, informasi yang kurang mendetail dari pihak MSCI membuat data yang disediakan belum sepenuhnya selaras dengan keinginan mereka.

"Bukan kita tidak melakukan sesuatu, tapi belum sesuai metodologi yang mereka terapkan. Dan ini yang kita coba lakukan karena MSCI tidak spesifik bilang ABCD," ungkap Iman.

Kendati menghadapi tantangan metodologi, Iman menjamin bahwa BEI akan terus menyempurnakan data free float dengan tetap berpegang pada koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

Dalam rentang waktu menuju tenggat Mei 2026, bursa akan mempelajari praktik terbaik (best practice) dari pasar modal di kawasan regional lainnya.

Iman menegaskan bahwa pihaknya menghormati standar yang ditetapkan MSCI dan berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan data yang diperlukan.

"Kita support sehingga kita dapatkan apa yang bisa diberikan sesuai dengan metodologi. Kami menghargai tata cara mereka," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya soal IHSG Anjlok: Beres Sebelum Mei, Hanya Syok Sesaat

Purbaya soal IHSG Anjlok: Beres Sebelum Mei, Hanya Syok Sesaat

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 18:56 WIB

IHSG Terjun Bebas, BEI: Investor Jangan FOMO Jual Saham

IHSG Terjun Bebas, BEI: Investor Jangan FOMO Jual Saham

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 18:43 WIB

Disentil MSCI, Saham Konglomerat Langsung Melarat

Disentil MSCI, Saham Konglomerat Langsung Melarat

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 16:56 WIB

Terkini

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

3 Hal Seru di Film Sihir Tanah Kubur: Kiesha Alvaro Rapal Mantra hingga Perubahan Shareefa Daanish

3 Hal Seru di Film Sihir Tanah Kubur: Kiesha Alvaro Rapal Mantra hingga Perubahan Shareefa Daanish

Entertainment | Senin, 20 Juli 2026 | 21:11 WIB

Buenos Aires Rusuh! Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Suporter Ngamuk, 2 Orang Tewas

Buenos Aires Rusuh! Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Suporter Ngamuk, 2 Orang Tewas

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:07 WIB

Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta

Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:07 WIB

Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan

Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan

Jabar | Senin, 20 Juli 2026 | 21:03 WIB

Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri

Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri

Bogor | Senin, 20 Juli 2026 | 20:55 WIB

Tak Hanya Gaji Naik 280 Persen, Prabowo Janji Bangun Rumah Buat Semua Hakim

Tak Hanya Gaji Naik 280 Persen, Prabowo Janji Bangun Rumah Buat Semua Hakim

News | Senin, 20 Juli 2026 | 20:55 WIB

×