IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan

Kamis, 29 Januari 2026 | 11:38 WIB
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan sejarah kelam dengan pembekuan perdagangan (trading halt) selama dua hari berturut-turut. Foto Antara.
Baca 10 detik
  • Mencatatkan sejarah kelam dengan pembekuan perdagangan (trading halt) selama dua hari berturut-turut.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap menunjukkan sikap tenang.
  • Purbaya meyakini IHSG bakal kembali ke naik ke level 10.000.

Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase "darurat" setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan sejarah kelam dengan pembekuan perdagangan (trading halt) selama dua hari berturut-turut.

Meski pasar sedang membara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap menunjukkan sikap tenang yang provokatif. Ia meyakini IHSG masih mampu menyentuh level 10.000 di akhir tahun 2026.

Sentimen negatif melanda hebat sejak Rabu (28/1), di mana IHSG anjlok 8% ke level 7.600-an. Bukannya membaik, pembukaan pasar pada Kamis (29/1) justru semakin mencekam dengan koreksi instan sebesar 10% yang menyentuh level 7.481, memaksa otoritas bursa kembali menarik rem darurat.

Di tengah kepanikan investor, Menkeu Purbaya memberikan pernyataan menenangkan saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian."Jangan takut, kan saya Menteri Keuangan. Optimis ke 10.000, enggak usah takut," ujar Purbaya dengan nada santai, Kamis (29/1/2026).

Purbaya menegaskan bahwa kejatuhan ini hanyalah imbas teknikal dari isu klasifikasi indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International), bukan karena keroposnya ekonomi nasional. Menurutnya, pasar hanya sedang mengalami shock karena spekulasi bahwa pasar saham Indonesia akan dianggap sebagai frontier market (pasar perbatasan) ketimbang emerging market (pasar berkembang).

Namun, optimisme pemerintah berbenturan keras dengan sejumlah proyeksi raksasa keuangan global.

Analis Goldman Sachs, Timothy Moe, memperingatkan bahwa skenario terburuk dari reklasifikasi MSCI ini bisa memaksa dana pasif (ETF) untuk melepas aset mereka di Indonesia sebesar US$ 7,8 miliar secara otomatis.

"Kami memandang perkembangan ini sebagai beban yang akan menghambat kinerja pasar," tulis laporan tersebut.

UBS pun seirama, menyatakan bahwa ketidakpastian ini akan terus menyelimuti lantai bursa sampai regulator memberikan arah kebijakan yang konkret untuk menjawab kekhawatiran MSCI soal aspek investability (kelayakan investasi) di Indonesia.

Baca Juga: Purbaya Akui Iuran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Sebagian Besar Dibiayai APBN

Pemerintah kini ditantang untuk membuktikan bahwa fundamental ekonomi memang sekuat yang diklaim. Investor kini menanti langkah nyata dari Kemenkeu dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meredam spekulasi "turun kasta" ini sebelum arus modal keluar semakin tak terkendali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI