Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir

Senin, 12 Januari 2026 | 14:36 WIB
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
Ilustrasi. Citra kawasan hunian dan komersial elit Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) sebagai kawasan "Anti Banjir" mendapat ujian berat. Foto ist.
Baca 10 detik
  • PIK2 dilaporkan mengalami genangan air cukup tinggi pada Senin (12/1/2026).
  • Insiden ini mendadak viral setelah sejumlah video amatir dari warga dan pengguna jalan membanjiri lini masa media sosial.
  •  Salah satu titik terparah yang terpantau adalah kawasan Tokyo Riverside PIK2.

Suara.com - Citra kawasan hunian dan komersial elit Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) sebagai kawasan "Anti Banjir" mendapat ujian berat. Kawasan mandiri yang dikembangkan oleh Agung Sedayu Group milik konglomerat Sugianto Kusuma (Aguan) bersama Salim Group tersebut dilaporkan mengalami genangan air cukup tinggi pada Senin (12/1/2026).

Insiden ini mendadak viral setelah sejumlah video amatir dari warga dan pengguna jalan membanjiri lini masa media sosial. Unggahan tersebut menunjukkan kontras yang tajam antara janji pemasaran kawasan elit dengan realita di lapangan.

Salah satu titik terparah yang terpantau adalah kawasan Tokyo Riverside PIK2. Dalam video yang diunggah akun Instagram @volunteer.netizen, terlihat area parkir apartemen tergenang air cukup tinggi hingga merendam deretan mobil milik penghuni.

"Ini parkiran Tokyo yang punya mobil engga sadar, lihat tenggelam. Oh my God," ujar salah satu netizen dalam video tersebut yang memperlihatkan kondisi hujan lebat di kawasan PIK2 pada Senin siang.

Banjir tidak hanya menghambat akses kendaraan di ruas jalan utama, tetapi juga mengganggu aktivitas bisnis di titik-titik komersial. Kejadian ini membuktikan bahwa banjir tidak hanya menjadi persoalan di wilayah inti Jakarta, tetapi kini telah menjalar hingga ke kawasan pengembangan baru di pesisir Tangerang tersebut.

Kejadian ini memicu kritik publik lantaran pihak pengelola PIK2 sebelumnya kerap mengklaim bahwa kawasan tersebut mustahil terkena banjir. Agung Sedayu Group mengeklaim telah menerapkan Sistem Polder yang dirancang oleh PT Witteveen Bos Indonesia, mengadopsi teknologi yang digunakan Belanda selama ratusan tahun.

Advertising & Promotion Deputy Division Head Agung Sedayu Group, Miranda DWK, sebelumnya menjelaskan bahwa sistem polder menggabungkan tanggul, danau, dan pompa untuk memproteksi kawasan dari air laut maupun curah hujan tinggi.

"Dengan memanfaatkan dua metode ini, jalanan di dalam kawasan tidak akan pernah ditinggikan 1 cm pun. Kawasan PIK2 menggunakan sistem polder, sehingga dijamin memiliki ketahanan terhadap banjir yang tinggi," ujar Miranda dalam keterangannya beberapa waktu lalu (10/7/2025).

Dalam analoginya, Miranda mengibaratkan kawasan tersebut sebagai "ember" yang dikelilingi tanggul tinggi. Jika hujan turun, air seharusnya disalurkan ke danau-danau buatan di dalam kawasan sebelum akhirnya dipompa keluar ke laut.

Baca Juga: Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI