Produksi Meroket, Mentan Amran Bidik Serapan Gabah 2026 Tembus 4 Juta Ton

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 13 Januari 2026 | 14:26 WIB
Produksi Meroket, Mentan Amran Bidik Serapan Gabah 2026 Tembus 4 Juta Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Pemerintah menargetkan penyerapan gabah setara beras sebesar 4 juta ton pada tahun 2026 melalui kolaborasi kementerian dan lembaga.
  • Keyakinan target tercapai didukung data BPS potensi produksi beras Januari-Februari 2026 mencapai 4,78 juta ton.
  • Keberhasilan ini merupakan upaya mempertahankan swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Suara.com - Pemerintah kian optimistis target serapan gabah setara beras pada 2026 sebesar 4 juta ton dapat direalisasikan. 

Keyakinan itu seiring tren peningkatan produksi padi nasional yang dinilai makin solid dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, usai Rapat Koordinasi Serap Gabah dan Beras 2026 serta penandatanganan komitmen bersama antara Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog, Senin (12/1/2026).

“Kita target serap beras di tahun 2026 itu 4 juta ton. Itu target BULOG dan kita kolaborasi, kita kerja sama. Insyaallah mudah-mudahan ini tercapai. Kalau ini tercapai ada sejarah baru bagi Indonesia nanti,” kata Amran dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan, kenaikan produksi menjadi modal utama untuk menggenjot serapan. 

Data rilis Badan Pusat Statistik pada 5 Januari 2026 menunjukkan luas tanam periode Januari–Februari 2026 diperkirakan mencapai 1,55 juta hektare dengan potensi produksi beras sebesar 4,78 juta ton.

“Artinya insyaallah produksi tahun ini mudah-mudahan tidak ada bencana, tidak ada halangan, itu produksinya lebih besar daripada tahun lalu,” jelasnya.

Mentan Amran menekankan, pentingnya sinergi dan kerja satu komando lintas lembaga agar target serapan tersebut tercapai. 

Kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Bulog, Badan Pangan Nasional, hingga para pemangku kepentingan pangan di daerah disebut menjadi kunci.

baca juga

“Kita harus kompak dari hulu sampai hilir. Produksi di hulu kuat, pengelolaan di tengah berjalan, dan penyerapan di hilir maksimal. Ini kunci menjaga swasembada dan melangkah ke tahap berikutnya,” tuturnya.

Menurut dia, penguatan serapan gabah merupakan bagian dari upaya menjaga swasembada pangan berkelanjutan. 

Pemerintah, kata dia, ingin memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus kesejahteraan petani tetap terjaga.

“Bapak Presiden Prabowo umumkan Indonesia swasembada pangan berkat kerja keras kita semua. Dan ini kita lakukan semua demi Merah Putih atas arahan bapak presiden diminta rencana 2026 kita kembali swasembada pangan,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menilai 2026 sebagai momentum penting untuk memastikan seluruh program pangan berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Dia mengungkapkan bahwa apa yang sudah berhasil di tahun 2025 itu kemudian bagaimana itu menjadi autopilot, kemudian diacapai hal-hal yang baru di tahun 2026. 

"Salah satu capaian yang sudah kita raih kemarin sudah diumumkan adalah swasembada pangan di 2025 dan itu kita pertahankan,” ungkap Sudaryono.

Ilustrasi swasembada pangan. [Ist]
Ilustrasi swasembada pangan. [Ist]

Ia menambahkan, keberhasilan menjaga swasembada pangan membawa dampak langsung terhadap kesejahteraan petani serta penguatan ketahanan pangan nasional.

“Artinya produksi nasional kita naik, petani kita sejahtera, kita tidak impor, dan ini menjadi tonggak sejarah baru di era kemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.

Di sisi hilir, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan kesiapan Bulog menjalankan penugasan pemerintah, mulai dari penyerapan gabah, pengolahan, hingga penyaluran beras secara optimal ke masyarakat.

“Kami akan semaksimal mungkin untuk mewujudkan cita-cita untuk kembali swasembada di tahun 2026 dan seterusnya. Sesuai dengan tugas BULOG untuk melakukan penyerapan, pengolahan, sampai dengan penyaluran semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Amran Pastikan Pemerintah Tangani Penuh Pemulihan Lahan Pertanian Puso Akibat Bencana

Mentan Amran Pastikan Pemerintah Tangani Penuh Pemulihan Lahan Pertanian Puso Akibat Bencana

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 20:43 WIB

Mentan Amran Kembali Lepas 153 Truk Bantuan Banjir Sumatra

Mentan Amran Kembali Lepas 153 Truk Bantuan Banjir Sumatra

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 14:58 WIB

Mentan/Kabapanas Tegaskan: Papua Sudah Bisa Mandiri Pangan Seperti Pulau Lainnya pada 2026

Mentan/Kabapanas Tegaskan: Papua Sudah Bisa Mandiri Pangan Seperti Pulau Lainnya pada 2026

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 17:56 WIB

Stok Beras Nasional Aman, Mentan/Kabapanas Setujui Permohonan Gubernur Mualem: 10.000 Ton Beras

Stok Beras Nasional Aman, Mentan/Kabapanas Setujui Permohonan Gubernur Mualem: 10.000 Ton Beras

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 13:25 WIB

Mentan Amran Lepas 207 Truk Logistik ke Sumatra, Angkut Migor, Susu Hingga Beras

Mentan Amran Lepas 207 Truk Logistik ke Sumatra, Angkut Migor, Susu Hingga Beras

Bisnis | Sabtu, 06 Desember 2025 | 00:20 WIB

Mentan Klaim Tidak Ada Kekurangan Pangan di Wilayah Bencana Sumatera

Mentan Klaim Tidak Ada Kekurangan Pangan di Wilayah Bencana Sumatera

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 14:50 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×