Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Merauke Mau Dijadikan Lumbung Pangan, Airlangga Sebut Kuncinya Perluasan Lahan

M Nurhadi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 14 Januari 2026 | 08:43 WIB
Merauke Mau Dijadikan Lumbung Pangan, Airlangga Sebut Kuncinya Perluasan Lahan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
  • Pemerintah menargetkan Merauke menjadi lokasi lahan pertanian berskala internasional melalui penerapan modern farming dan teknologi mutakhir.
  • Pakar Australia menilai tanah Merauke lebih subur, berpotensi menghasilkan *yield* lebih tinggi dibandingkan lahan pertanian di Australia.
  • Pengembangan *food estate* di Merauke juga diarahkan menjadi basis produksi etanol tebu untuk energi terbarukan nasional.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut Merauke sebagai wilayah yang disasar pemerintah untuk lahan pertanian berskala internasional.

Menurut Airlangga, kunci utama keberhasilan proyek ini adalah penggabungan antara luas lahan yang masif dengan penerapan modern farming.

Penggunaan teknologi pertanian mutakhir diyakini akan mendongkrak produktivitas gabah dan komoditas lainnya secara signifikan dibandingkan metode konvensional.

Airlangga mengklaim, adanya penilaian dari para pakar pertanian asal Australia. Berdasarkan hasil kajian mereka, kualitas tanah di Merauke justru melampaui lahan pertanian di Negeri Kanguru tersebut.

"Para tenaga ahli dari Australia menyatakan bahwa karakteristik tanah di Merauke jauh lebih subur dibandingkan di Australia," ungkap Airlangga saat ditemui di Menara Kadin Indonesia, Selasa (13/1/2026).

Lebih lanjut, para ahli memprediksi bahwa dengan metode pengelolaan yang setara, hasil panen (yield) di Merauke berpotensi lebih tinggi daripada Australia. 

Hal ini juga didukung temuan tanaman tebu merupakan flora asli (indigenis) di tanah Papua, sehingga proses adaptasi dan pertumbuhannya jauh lebih optimal.

Pengembangan food estate di Merauke tidak hanya diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan meja makan, tetapi juga tangki bahan bakar nasional.

Pemerintah membidik pengembangan tebu sebagai bahan baku utama produksi etanol. Langkah ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan melalui program E5 atau E10 (campuran bensin dengan 5%–10% etanol).

Beberapa poin penting terkait target energi ini antara lain:

  • Kebutuhan Nasional: Proyeksi kebutuhan etanol untuk bahan bakar mencapai 2 hingga 3 juta ton.
  • Integrasi Industri: Merauke dipersiapkan untuk menjadi basis industri pengolahan tebu menjadi bioetanol guna mengurangi ketergantungan impor BBM.

Airlangga menekankan bahwa keberhasilan lumbung pangan ini tidak bisa hanya mengandalkan perluasan lahan (ekstensifikasi).

Ia mendorong adanya langkah intensifikasi yang menyeluruh melalui ketersediaan pupuk, sistem irigasi yang tertata, pendampingan penyuluh, serta penggunaan benih unggul.

Salah satu yang tengah disiapkan adalah pengembangan riset bibit berbasis genom. Melalui penelitian genetika ini, diharapkan muncul varietas tanaman yang lebih kuat menghadapi perubahan iklim ekstrem namun tetap mampu menghasilkan produksi maksimal.

"Yield dan aspek teknis lainnya menunjukkan bahwa Merauke bisa berprestasi lebih baik daripada Australia jika dikelola dengan standar yang sama," pungkas Airlangga. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tanaman Buah yang Bisa Ditanam di Polybag, Solusi Berkebun di Lahan Sempit

5 Tanaman Buah yang Bisa Ditanam di Polybag, Solusi Berkebun di Lahan Sempit

Your Say | Selasa, 30 Desember 2025 | 07:15 WIB

Hidup Susah Mati Pun Susah, Jakarta Kehabisan Tanah untuk Berpulang

Hidup Susah Mati Pun Susah, Jakarta Kehabisan Tanah untuk Berpulang

Liks | Jum'at, 26 Desember 2025 | 18:52 WIB

Wujudkan Kampung Haji Indonesia, Danantara Akuisisi Hotel Dekat Ka'bah, Ikut Lelang Beli Lahan

Wujudkan Kampung Haji Indonesia, Danantara Akuisisi Hotel Dekat Ka'bah, Ikut Lelang Beli Lahan

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 19:03 WIB

Terkini

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:20 WIB

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:18 WIB