Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.839,785
LQ45 580,916
Srikehati 283,634
JII 352,073
USD/IDR 18.034

Rupiah Bangkit ke Rp16.865 Per Dolar AS, Putus Tren Pelemahan Berturut-turut

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:33 WIB
Rupiah Bangkit ke Rp16.865 Per Dolar AS, Putus Tren Pelemahan Berturut-turut
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah berhasil menguat tipis pada Rabu (14/1/2026) setelah delapan hari pelemahan, ditutup pada Rp16.865 per dolar AS.
  • Penguatan rupiah dipicu intervensi Bank Indonesia dan pergerakan indeks dolar AS yang cenderung datar pada hari tersebut.
  • Penguatan rupiah ini dinilai sementara karena belum ada pergeseran fundamental ekonomi besar dan mayoritas mata uang Asia juga menguat.

Suara.com - Rupiah (IDR) akhirnya berhasil keluar dari tekanan setelah mengalami pelemahan selama delapan hari perdagangan berturut-turut.

Rupiah menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Setelah tertekan selama delapan hari perdagangan berturut-turut, mata uang Garuda akhirnya berhasil ditutup di zona hijau, meskipun penguatan yang tercatat masih cenderung tipis.

Pada penutupan pasar Rabu (14/1/2026), nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis dan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) (USD).

Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.865 per dolar AS. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 0,07 persen jika dibandingkan dengan penutupan pada Selasa lalu yang berada di posisi Rp16.874 per dolar AS.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah kali ini tidak lepas dari langkah strategis bank sentral. Intervensi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing menjadi faktor penentu kembalinya rupiah ke zona hijau.

"Rupiah menguat tipis terhadap dolar AS dipicu aksi intervensi BI setelah pelemahan berkelanjutan yang mulai mendekati ambang psikologis Rp17.000," ujar Lukman pada Rabu sore.

Selain upaya intervensi, pergerakan indeks dolar AS yang cenderung datar pada hari ini memberikan kesempatan bagi rupiah untuk berbalik arah.

Namun, Lukman memberikan catatan bahwa penguatan ini kemungkinan besar hanya bersifat sementara.

Hal ini dikarenakan belum adanya pergeseran fundamental ekonomi yang besar serta belum terjadi penurunan signifikan pada indeks dolar global secara keseluruhan.

Kenaikan rupiah hari ini sejalan dengan tren penguatan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Namun, jika dibandingkan dengan negara tetangga, persentase kenaikan rupiah masih tergolong moderat. Berikut adalah rincian performa mata uang di kawasan regional:

  • Ringgit Malaysia memimpin penguatan di Asia dengan kenaikan sebesar 0,25 persen.
  • Baht Thailand menyusul dengan apresiasi sebesar 0,23 persen.
  • Won Korea mencatatkan penguatan 0,12 persen, sementara Dolar Taiwan naik 0,08 persen.
  • Dolar Hong Kong dan Yuan China masing-masing menguat 0,06 persen dan 0,05 persen.
  • Dolar Singapura naik 0,04 persen, sedangkan Yen Jepang menguat tipis 0,006 persen.

Di sisi lain, tidak semua mata uang Asia bernasib serupa. Peso Filipina terpantau melemah 0,18 persen, diikuti oleh Rupee India yang terkoreksi tipis 0,006 persen terhadap dolar AS pada sore ini.

Sementara itu, Bank Indonesia melalui kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menetapkan posisi rupiah di level Rp16.871 per dolar AS.

Stabilitas nilai tukar ke depan akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan moneter dalam negeri serta dinamika data ekonomi Amerika Serikat yang memengaruhi pergerakan modal global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Lemah hingga Level Tertinggi, Purbaya: Tak Usah Takut, 2 Minggu Menguat

Rupiah Lemah hingga Level Tertinggi, Purbaya: Tak Usah Takut, 2 Minggu Menguat

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 14:29 WIB

Kasih Obat Kuat, BI Bakal Intervensi Rupiah Biar Perkasa

Kasih Obat Kuat, BI Bakal Intervensi Rupiah Biar Perkasa

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 13:41 WIB

Kurs Uang Rial Ambruk 1.457.000 rial per Dolar AS, Nilainya Jauh di Bawah Rupiah

Kurs Uang Rial Ambruk 1.457.000 rial per Dolar AS, Nilainya Jauh di Bawah Rupiah

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:37 WIB

Terkini

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:14 WIB

IHSG Ambruk 2,53% dan 624 Saham Anjlok di Sesi I, TINS Bisa Jadi Pilihan Investor

IHSG Ambruk 2,53% dan 624 Saham Anjlok di Sesi I, TINS Bisa Jadi Pilihan Investor

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:48 WIB

3 Aturan yang Bisa Bikin IHT Bangkrut Menurut Para Buruh

3 Aturan yang Bisa Bikin IHT Bangkrut Menurut Para Buruh

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:02 WIB

Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?

Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:55 WIB

Ekspor Satu Pintu Mulai Jalan, Ini Daftar Tugas-tugas Danantara Sumberdaya Indonesia

Ekspor Satu Pintu Mulai Jalan, Ini Daftar Tugas-tugas Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:48 WIB

Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini

Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:29 WIB

Update Harga Pangan: Cabai dan Daging Murah, Minyak Goreng Melonjak Naik

Update Harga Pangan: Cabai dan Daging Murah, Minyak Goreng Melonjak Naik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:07 WIB

Data Center Terisi Penuh Sebelum Operasi, Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam

Data Center Terisi Penuh Sebelum Operasi, Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:49 WIB

Telkom Luncurkan AIcosystem, Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri

Telkom Luncurkan AIcosystem, Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:38 WIB

Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI

Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:21 WIB