- Menteri Keuangan Purbaya menyatakan pelemahan Rupiah adalah kewenangan Bank Indonesia, bukan Kementerian Keuangan.
- Purbaya memprediksi Rupiah akan menguat otomatis seiring membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi sekitar 6 persen.
- Ia optimistis Rupiah akan menguat dalam dua minggu ke depan karena fondasi kuat dan masuknya modal asing.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal fenomena mata uang Rupiah lemah hingga ke level tertinggi. Ia menyebut kalau hal itu adalah kewenangan Bank Indonesia (BI), bukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Kendati begitu Menkeu Purbaya menilai kalau apabila nanti ekonomi membaik, maka nilai tukar Rupiah otomatis juga akan menguat.
"Kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya Rupiah akan menguat juga, hampir otomatis," kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Ia beralasan kalau ekonomi yang membaik juga berpengaruh pada keyakinan investor. Sebab modal asing bakal masuk ke negara yang menjanjikan pertumbuhan ekonomi tinggi.
Di kuartal empat (Q4) 2025 lalu, Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen. Ia bakal mendorong pertumbuhan ekonomi per kuartal hingga 6 persen.
"Triwulan tahun-tahun ini mungkin kita bisa tumbuh ke arah 6 persen. Kita akan dorong ke arah sana. Jadi kalau itu mereka sudah yakin, jadi anda enggak usah takut," lanjutnya.
![Ilustrasi Rupiah. [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/01/36302-ilustrasi-rupiah.jpg)
Selain itu, Purbaya meyakini kalau fondasi Rupiah saat ini juga masih kuat. Ia memprediksi apabila Rupiah menguat dengan banyaknya modal asing yang masuk, maka orang-orang Indonesia yang menyimpan uang di luar negeri bakal balik ke dalam negeri.
Purbaya juga menilai kalau Orang Indonesia tidak bisa berbisnis di luar negeri dengan alasan mereka tak bisa bersaing secara sehat di sana.
"Fondasi kita kuat, Rupiah akan masuk karena modal akan masuk ke sini. Dan orang Indonesia yang menaruh uangnya di sana, ke luar negeri, juga akan balik. Kenapa? Dia akan berbisnis di sini. Karena orang Indonesia enggak bisa berbisnis di luar negeri. Mereka enggak biasa bersaing sehat di sana," paparnya.
Baca Juga: Kasih Obat Kuat, BI Bakal Intervensi Rupiah Biar Perkasa
Lebih lanjut Purbaya optimistis kalau Rupiah akan menguat dalam dua minggu ke depan.
"Dua minggu ini (Rupiah menguat)," jelasnya.
Sekadar informasi, nilai tukar Rupiah sempat turun ke level terendah pada Selasa, 13 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 16.876 per USD.
Pelemahan ini membuat mata uang garuda sudah sakit selama delapan hari berturut-turut. Alhasil, rupiah melemah 0,12 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.855 per USD. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.875 per USD.