Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Pelaku Industri Keluhkan Kuota PLTS Atap Masih Jadi Hambatan

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 14 Januari 2026 | 20:05 WIB
Pelaku Industri Keluhkan Kuota PLTS Atap Masih Jadi Hambatan
Managing Director Xurya Daya Indonesia, Eka Himayan. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
  • Industri menilai kuota PLTS Atap Kementerian ESDM menghambat pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
  • Permintaan tinggi menyebabkan antrean pemasangan PLTS Atap mencapai waktu tunggu sekitar enam bulan.
  • Kementerian ESDM menetapkan kuota PLTS Atap 2026 sebesar 485 MW, sebagian untuk daftar tunggu.

Suara.com - Pelaku industri menilai sistem kuota yang diterapkan Kementerian ESDM dalam pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap menjadi tantangan dalam pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

Managing Director Xurya Daya Indonesia, Eka Himayan berharap pemerintah bisa menambah kuota pemasangan PLTS Atap untuk tahun 2026.

"Ya, kalau diperluas (kuotanya) akan lebih baik jauh, tapi kalau tidak diperluas ya itu tugas kita untuk mencari perluasan sendiri gitu," kata Eka saat ditemui wartawan di The Park Pejaten, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1/2026). 

Ilustrasi PLTS Atap semakin populer di negara-negara Asia Pasifik. (Photo by Kindel Media/Pexels)
Ilustrasi PLTS Atap semakin populer di negara-negara Asia Pasifik. (Photo by Kindel Media/Pexels)

Xurya Daya Indonesia merupakan perusahaan startup yang bergerak dalam pengembangan energi baru terbarukan, salah satunya PLTS Atap.

Eka mengungkap peminat pemasangan PLTS Atap cukup signifikan, tapi karena dibatasi dengan sistem kuota, industri ataupun masyarakat yang ingin memasang PLTS Atap harus menunggu. 

"Sekarang saja, dengan posisi sekarang sih masih ada antrean. Jadi sebenarnya demand dari customer itu jauh lebih banyak daripada itu sih. Dan kita memang lihat sekarang antriannya masih cukup panjang, sekitar 6 bulan," kata Eka. 

Karena adanya pembatasan pemasangan tersebut, Xurya Daya Indonesia mengakalinya dengan mencari alternatif lain.

Salah satunya menyasar lokasi yang belum tersambung jaringan atau off-grid, seperti resort atau hotel-hotel yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN. 

Tercatat Kementerian ESDM menetapkan kuota PLTS Atap sebesar sebesar 485 megawatt (MW) untuk 2026. Pendaftaran untuk tahap pertama telah dimulai sejak 25 Desember 2025 lalu melalui aplikasi PLN Mobile. Sementara untuk pendaftaran tahap kedua akan dibuka kembali pada Juni 2026. 

Dari total kapasitas 485 (MW) yang tersedia untuk 2026, sebanyak 304 MW akan dialokasikan bagi pelanggan yang telah masuk dalam daftar tunggu.

Sementara sisanya sebesar 183 MW dialokasikan bagi pelanggan baru yang belum masuk daftar tunggu, dan pendaftarannya telah dibuka pada 1 Januari 2026. 

Tercatat penggunaan PLTS Atap mengalami peningkatan sebanyak 18 kali lipat sejak  2018 hingga November 2025. Bersamaan dengan itu juga kapasitas yang terpasang juga melonjak sebanyak 508 kali lipat.

Adapun, kapasitas yang terpasang sebesar 772,98 MW  yang berasal dari 11.392 pelanggan, yang terdiri dari sektor rumah tangga sebesar 63 persen. Sementara kapasitas terbesar berasal sektor industri sebesar 80 persen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ESDM Beberkan Sosok Perusahaan Pemenang Tender Pembangunan WKP Telaga Ranu

ESDM Beberkan Sosok Perusahaan Pemenang Tender Pembangunan WKP Telaga Ranu

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 19:41 WIB

Penerapan B50 Batal untuk 2026, Masih Terus Dikaji

Penerapan B50 Batal untuk 2026, Masih Terus Dikaji

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 18:38 WIB

Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta

Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 18:54 WIB

Terkini

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:57 WIB

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:24 WIB

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB