Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Menteri Investasi: Pelemahan Rupiah Masih Diterima Investor Asing

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00 WIB
Menteri Investasi: Pelemahan Rupiah Masih Diterima Investor Asing
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menilai pelemahan rupiah merupakan dinamika yang lazim dalam perekonomian global. [Antara]
  • Menteri Rosan Roeslani menyatakan depresiasi rupiah tidak signifikan memengaruhi iklim investasi karena merupakan dinamika global wajar.
  • Investor asing sudah memasukkan fluktuasi nilai tukar rupiah dalam kalkulasi risiko saat memutuskan investasi di Indonesia.
  • Pelemahan rupiah dipengaruhi meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran serta klarifikasi terkait independensi kebijakan moneter AS.

Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menegaskan dirinya tidak terlalu mengkhawatirkan tren depresiasi rupiah yang belakangan terjadi terhadap iklim investasi di Indonesia. Menurut dia, pelemahan mata uang merupakan dinamika yang lazim dalam perekonomian global.

Rosan menilai, pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) juga tidak menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Oleh sebab itu, depresiasi rupiah dinilai masih berada dalam batas yang bisa diterima oleh para investor asing.

"Kalau kita lihat, USD itu kan bukan suatu kenaikan yang meningkat terus, ini kan masih naik turun. Saya melihat ini masih dalam range yang sangat-sangat acceptable oleh investor luar juga," tuturnya saat konferensi pers di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, para investor asing pada dasarnya sudah memperhitungkan potensi fluktuasi nilai tukar ketika menanamkan modal di Indonesia. Baik penguatan maupun pelemahan rupiah telah masuk dalam kalkulasi risiko mereka.

"Jadi, mereka sudah memperkirakan pergerakan dari mata uang kita pada saat mereka berinvestasi ke Indonesia. Jadi, pergerakan itu masih dalam range yang sangat-sangat acceptable," ucap Rosan.

Sebagai catatan, nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Kamis dengan menyentuh level Rp16.896 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 31 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.865 per dolar AS.

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik global, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dinilai lebih lunak terhadap Iran.

“Ketegangan antara AS dan Iran mereda setelah Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa ia telah diyakinkan bahwa otoritas Iran akan berhenti membunuh para demonstran,” jelas Ibrahim, Kamis.

Ia menilai pernyataan tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terkait potensi eskalasi militer yang bisa mengganggu stabilitas global. Sentimen pasar, menurut Ibrahim, juga terbantu oleh sinyal positif dari AS terkait pembicaraan dengan Venezuela.

Selain itu, klarifikasi Trump mengenai tidak adanya rencana memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell turut memberikan ketenangan bagi pelaku pasar.

“Ini meredakan kecemasan investor atas independensi kebijakan moneter AS,” ujarnya.

Di sisi domestik, tekanan terhadap rupiah disebut masih cukup kuat meski data ekonomi AS menunjukkan hasil yang beragam. Laporan Indeks Harga Produsen (PPI) AS Oktober menunjukkan inflasi yang masih jauh dari target bank sentral AS.

Namun demikian, penjualan ritel AS yang melampaui ekspektasi memberikan sinyal kuatnya konsumsi masyarakat. Ibrahim menambahkan, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data klaim pengangguran awal AS yang dijadwalkan keluar pekan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Proyek Hilirisasi Mineral Hingga Peternakan Siap Jalan di 2026

6 Proyek Hilirisasi Mineral Hingga Peternakan Siap Jalan di 2026

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 20:46 WIB

Pemerintah Ungkap Biang Kerok Guyuran Dana Investor Asing Anjlok di 2025

Pemerintah Ungkap Biang Kerok Guyuran Dana Investor Asing Anjlok di 2025

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 20:40 WIB

Penguatan Infrastruktur Teknologi Himbara Jadi Fokus Danantara di 2026

Penguatan Infrastruktur Teknologi Himbara Jadi Fokus Danantara di 2026

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 20:08 WIB

Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk

Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:18 WIB

Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun

Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:21 WIB

Terkini

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:36 WIB

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:29 WIB

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:27 WIB

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:12 WIB

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:33 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB