- Realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp 1.931,2 Triliun, melebihi target Rp 1.905,6 triliun.
- Kuartal IV-2025 mencatat realisasi investasi Rp 496,9 triliun, naik 9,7 persen secara tahunan.
- Investasi triwulan keempat menyerap 754.196 tenaga kerja, dengan investasi dalam negeri tumbuh 16,2 persen.
Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931,2 Triliun. Raihan ini 101,3 persen melebih target realisasi investasi yang sebesar Rp 1.905,6 triliun, sekaligus naik 12,7 persen dibandingkan periode 2024.
Sedangkan, Rosan mencatat realisasi investasi pada periode kuartal IV-2025 mencapai Rp 496,9 triliun. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan secara tahunan atau year on year sebesar 9,7 persen dibandingkan realisasi investasi pada periode yang sama tahun 2024. Tren penguatan ini disebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional di akhir tahun.
"kuartal keempat terjadi penguatan yang sangat baik ya. Kurang lebih total realisasi investasi adalah Rp 496,9 triliun," ujar Rosan saat konferensi pers realisasi investasi di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, secara perbandingan tahunan, realisasi investasi kuartal keempat 2025 mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika disejajarkan dengan tahun sebelumnya.
"Kalau kita lihat dari yoy (year on year)-nya, kurang lebih peningkatan 9,7 persen dari Rp452,8 triliun dibanding oleh yoy-nya," lanjut Rosan.
Lebih lanjut, Rosan menyampaikan bahwa realisasi investasi pada kuartal keempat tersebut setara dengan 26,1 persen dari target investasi tahunan yang dipatok sebesar Rp 1.950 triliun. Angka ini dinilai memberi kontribusi penting terhadap capaian investasi sepanjang tahun.
Tak hanya dari sisi nilai investasi, dampak terhadap penyerapan tenaga kerja juga turut disoroti. Pada triwulan keempat 2025, penyerapan tenaga kerja tercatat mencapai 754.196 orang.
Rosan menilai, angka tersebut menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Berdasarkan data yang ada, terjadi kenaikan penyerapan tenaga kerja sekitar 30 persen dibandingkan periode triwulan keempat sebelumnya.
Di sisi lain, Rosan mengakui adanya perbedaan nilai antara investasi asing dan investasi dalam negeri pada triwulan keempat. Meski demikian, selisih di antara keduanya dinilai tidak terlalu besar dan masih relatif seimbang.
Baca Juga: CEO Danantara: 1.320 Huntara Bakal Diserahkan ke Korban Banjir Sumatera Besok
Pada periode tersebut, realisasi investasi asing tercatat mencapai Rp 256,2 triliun atau setara 51,6 persen dari total investasi. Nilai ini mengalami peningkatan sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, realisasi investasi dalam negeri mencapai Rp 240,6 triliun atau sekitar 48,4 persen. Rosan menyebutkan, investasi domestik justru mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi secara tahunan.
"Dalam negeri, investasinya itu meningkat 16,2 persen dari tahun sebelumnya dengan total Rp 240,6 triliun atau 48,4 persen pada tahun ini," tutur Rosan.
Menurut Rosan, terjaganya investasi asing pada triwulan keempat tidak terlepas dari sejumlah faktor pendukung. Stabilitas politik dan stabilitas ekonomi menjadi pertimbangan utama yang diperhatikan oleh para investor global.
"Itu yang mereka (investor) lihat dan kebijakan-kebijakan kita, terutama menyangkut bagaimana kita mencoba memperbaiki iklim investasi, ini terus berjalan, ini direspons positif oleh para investor kita," pungkas Rosan.