Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?

M Nurhadi

Jum'at, 16 Januari 2026 | 19:21 WIB
Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?
Ilustrasi batu bara di Sungai Mahakam, Samarinda, Kaltim. [Ist]
  • Harga komoditas batu bara global menguat pada Kamis (15/1/2026), didorong rencana Tiongkok menambah 100 unit PLTU baru.
  • Perdagangan di Bursa Newcastle menunjukkan harga Februari dan Maret 2026 mendekati US$110 per ton.
  • Impor batu bara Tiongkok sepanjang tahun lalu turun 9,6% berkat peningkatan produksi domestik dan energi bersih.

Suara.com - Harga komoditas batu bara global menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (15/1/2026).

Kenaikan ini dipicu oleh langkah strategis China yang berencana menambah lebih dari 100 unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru berbasis batu bara untuk mendukung kebutuhan energi di berbagai wilayah tahun ini.

Meskipun China tengah gencar memperluas sektor energi terbarukan, sebagai konsumen dan produsen batu bara terbesar di dunia, Negeri Tirai Bambu tersebut tetap mengandalkan bahan bakar fosil ini untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonominya.

Berdasarkan data Tradingview, harga saat ini bergerak mendekati level tertinggi dalam satu bulan terakhir, yakni di kisaran US$ 110 per ton.

Harga di Pasar Newcastle dan Rotterdam

Dinamika harga terjadi di dua bursa utama, yakni Newcastle (Australia) dan Rotterdam (Eropa). Berikut rincian pergerakannya:

1. Bursa Newcastle (Kontrak Berjangka 2026):

Januari 2026: Mengalami penurunan tipis 0,6 persen ke angka US$ 10,4 per ton.
Februari 2026: Melonjak sebesar US$ 0,7 menjadi US$ 110,7 per ton.
Maret 2026: Terangkat US$ 0,65 menjadi US$ 110,85 per ton.

2. Bursa Rotterdam (Kontrak Berjangka 2026):

Januari 2026: Terkoreksi tipis US$ 0,1 ke level US$ 97,35.
Februari 2026: Naik US$ 0,2 menjadi US$ 95,35.
Maret 2026: Menguat US$ 0,25 ke posisi US$ 94,25.

Antara Konsumsi dan Penurunan Impor

Kenaikan harga ini terjadi di tengah fenomena yang cukup kontradiktif. Data terbaru menunjukkan bahwa impor batu bara China sebenarnya menyusut 9,6 persen sepanjang tahun lalu, dengan total volume sebesar 490 juta ton.

Penurunan angka impor ini disebabkan oleh keberhasilan China dalam meningkatkan kapasitas produksi domestik serta efisiensi pada pembangkit listrik termal.

Selain itu, sebuah laporan independen mencatat adanya peristiwa langka pada tahun 2025, di mana pembangkitan listrik tenaga batu bara di China dan India mengalami penurunan secara bersamaan untuk pertama kalinya dalam 50 tahun terakhir.

Hal ini terjadi karena kedua negara tersebut secara masif menambah kapasitas energi bersih dalam jumlah yang memecahkan rekor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Hubungi China, Bahas Ancaman Militer AS Pasca Manuver USS Abraham Lincoln

Iran Hubungi China, Bahas Ancaman Militer AS Pasca Manuver USS Abraham Lincoln

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:09 WIB

Pertamina NRE Gandeng Raksasa Energi China Garap Proyek Listrik dari Sampah

Pertamina NRE Gandeng Raksasa Energi China Garap Proyek Listrik dari Sampah

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:47 WIB

7 Rekomendasi Drama China 2025 dengan Karakter Wanita Kuat

7 Rekomendasi Drama China 2025 dengan Karakter Wanita Kuat

Your Say | Kamis, 15 Januari 2026 | 18:25 WIB

Terkini

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:54 WIB

Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir

Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:42 WIB

Pertamax Naik, Pakar Mewanti-wanti Risiko Migrasi Massal ke Pertalite

Pertamax Naik, Pakar Mewanti-wanti Risiko Migrasi Massal ke Pertalite

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:32 WIB

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:56 WIB

Harga Emas Turun Semua Hari Ini! Antam, Galeri 24 dan UBS 'Spesial Diskon'

Harga Emas Turun Semua Hari Ini! Antam, Galeri 24 dan UBS 'Spesial Diskon'

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:44 WIB

Bijak Berbagi Data, Cara Sederhana Melindungi Diri di Era Digital

Bijak Berbagi Data, Cara Sederhana Melindungi Diri di Era Digital

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:35 WIB

Harga Minyak Melonjak Hampir 3 Persen Setelah Iran Perketat Blokade Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Hampir 3 Persen Setelah Iran Perketat Blokade Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:24 WIB

IHSG Mulai Memerah Kamis Pagi, Cermati Saham BBRI dan BMRI

IHSG Mulai Memerah Kamis Pagi, Cermati Saham BBRI dan BMRI

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:18 WIB

Pasar Global 'Berdarah' Akibat Ancaman Perang Trump, IHSG Malah Meroket!

Pasar Global 'Berdarah' Akibat Ancaman Perang Trump, IHSG Malah Meroket!

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:15 WIB

Survei Konsumen BI Laporkan Indeks Keyakinan Konsumen Menurun di Mei 2026

Survei Konsumen BI Laporkan Indeks Keyakinan Konsumen Menurun di Mei 2026

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:06 WIB