Pertamina NRE Gandeng Raksasa Energi China Garap Proyek Listrik dari Sampah

Kamis, 15 Januari 2026 | 19:47 WIB
Pertamina NRE Gandeng Raksasa Energi China Garap Proyek Listrik dari Sampah
Danantara mengatakan proyek waste to energy - yang mengolah sampah menjadi sumber energi listrik, akan diluncurkan pada akhir 2025. Foto: Antrean truk di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi Jawa Barat, Rabu (15/10/2025). [Antara/Fakhri Hermansyah].
Baca 10 detik
  • Pertamina NRE menjalin MoU dengan GCL Intelligent Energy (China) untuk proyek listrik tenaga sampah dan energi baru terbarukan.
  • Penandatanganan nota kesepahaman terjadi di Suzhou, China, pada Rabu, 7 Januari 2026, demi ketahanan energi.
  • Kolaborasi ini bertujuan mempercepat inovasi energi bersih dan mendukung target penurunan emisi nasional Indonesia 2060.

Suara.com - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meneken nota kesepahaman dengan GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., perusahaan global di bidang energi bersih dan terbarukan asal China.

Kerja sama antara keduanya untuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah, EBT, dan gas di Indonesia. Langkah ini merupakan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan energi dan mencapai target penurunan emisi nasional.

"Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk mengkombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif," ujar CEO Pertamina NRE John Anis lewat keterangannya pada Kamis (15/1/2026). 

Ilustrasi energi terbarukan (Pixabay/Seagul)
Ilustrasi energi terbarukan (Pixabay/Seagul)

Nota kesepahaman diteken di Kantor GCL Intelligent Energy, Suzhou, China pada pada Rabu, 7 Januari 2026. Pertamina NRE meyakini kerja sama ini akan mempercepat inovasi teknologi dan model bisnis energi bersih di Indonesia, sekaligus memperkuat peran strategis Pertamina.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan kerja sama tersebut diharapkan energi baru dan terbarukan dapat mendukung tercapainya target Net Zero Emission Pemerintah pada 2060, sekaligus mencapai swasembada energi nasional. 

"Pertamina melalui Pertamina NRE berkomitmen mempercepat pengembangan transisi energi di Indonesia, salah satunya dengan menggalang kemitraan strategis dengan Pemerintah, industri atau mitra bisnis, akademisi, komunitas, dan media," jelas Baron.  

Fei Zhi selaku Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. menyampaikan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis bagi pengembangan energi bersih global.

"GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT," ujar Fei Zh.

Baca Juga: Selain BBM, SPBU Kini Gali Cuan dari Air Minum Isi Ulang

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI