- Pemerintah Aceh menyiapkan penanganan permanen untuk 6 jembatan dan 28 titik longsor pascabanjir, memprioritaskan logistik.
- Penanganan darurat telah berhasil memfungsikan kembali seluruh ruas jalan nasional, termasuk pemasangan jembatan Bailey sementara.
- Konstruksi permanen, seperti duplikasi dan penggantian jembatan rangka, ditargetkan mulai berjalan paling lambat Januari 2026.
Jembatan Lawe Mengkudu I di Ruas Jalan Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane juga telah kembali terhubung. Pemulihan dilakukan setelah penanganan sembilan titik longsor serta pemasangan jembatan Bailey pada Jembatan Lawe Mengkudu I dan Jembatan Lawe Penanggalan yang fungsional sejak 29 Desember 2025.
Penanganan permanen selanjutnya akan mengarah pada rehabilitasi bangunan atas jembatan, disertai rehabilitasi DAS sebagai solusi jangka panjang.
Kemudian Jembatan Krueng Pelang di Ruas Geumpang–Pameue–Genting Gerbang–Simpang Uning saat ini sudah fungsional melalui jembatan Bailey. Ruas tersebut juga dapat dilalui pada Segmen Geumpang–Pameue–Genting Gerbang serta Segmen Genting Gerbang–Simpang Uning melalui jalan alternatif menuju Angkup.
Pada tahap perbaikan permanen, jembatan ini direncanakan diganti menggunakan jembatan rangka. Pemerintah juga menyiapkan penanganan terhadap DAS untuk menekan risiko kerusakan kembali.