Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Dibayangi Risiko Super Glut, ICP Desember 2025 Melandai

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 16 Januari 2026 | 07:39 WIB
Dibayangi Risiko Super Glut, ICP Desember 2025 Melandai
Ilustrasi harga minyak. [Freepik]
  • Kementerian ESDM menetapkan ICP Desember 2025 sebesar $61,10 per barel, turun $1,73 dari bulan sebelumnya.
  • Penurunan harga dipicu kekhawatiran kelebihan pasokan global akibat produksi tinggi AS, OPEC+, dan Rusia.
  • Faktor lain penurunan ICP adalah potensi meredanya risiko geopolitik Rusia-Ukraina pasca negosiasi NATO.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Desember 2025 sebesar 61,10 dolar AS per barel.

Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,73 dolar AS per barel dari ICP November 2025 yang tercatat seharga 62,83 dolar AS per barel.

Penetapan harga ICP Desember 2025 ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025 tanggal 9 Januari 2025.

Penurunan ICP Desember 2025 dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi super glut atau kelebihan pasokan minyak global.

Hal ini didorong oleh tingginya produksi AS, peningkatan output OPEC+, serta proyeksi IEA bahwa surplus tahun 2026 akan mencapai 3,7–4 juta barel per hari (bph), melampaui level stok saat pandemi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaiman, menyebut risiko geopolitik Rusia-Ukraina yang berpotensi mereda pascapenawaran pembatalan aspirasi untuk bergabung dengan NATO oleh Ukraina, menjadi faktor lain yang menyebabkan penurunan ICP.

Kementerian ESDM. [suara.com]
Kementerian ESDM. [suara.com]

Selain itu, pejabat Rusia juga menyampaikan adanya proyeksi peningkatan produksi minyak tahun 2025 naik, menjadi 10,36 juta bph dan akan kembali meningkat pada 2026 mencapai 10,54 juta bph.

"Penurunan ICP bulan Desember juga disebabkan peningkatan suplai minyak dunia, di mana terdapat peningkatan produksi OPEC+ bulan November 2025 yang dibandingkan dengan November 2024 atau month over month (mom), menjadi 43,065 ribu bph," jelas Laode di Jakarta yang dikutip, Jumat (16/1/2026).

Di sisi lain, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi atau OPEC telah merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara Non-OPEC+ tahun 2025 ke angka 0,95 juta bph pada publikasi Desember 2025, naik sebesar 40 ribu bph.

Sebaliknya, S&P Global merevisi pertumbuhan permintaan tahun 2025 sebesar 16 ribu bph menjadi 730 ribu bph.

Untuk kawasan Asia Pasifik, selain sejumlah faktor tersebut turut dipengaruhi crude throughput Cina yang turun sebesar 0,9 persen mom di bulan November 2025 menjadi 14,86 juta bph. Angka tersebut adalah yang terendah dalam 6 bulan terakhir.

Adapun perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Desember 2025 dibandingkan November 2025 sebagai berikut:

  1. Dated Brent turun sebesar 0,95 dolar AS/barel dari 63,65 dolar AS/barel menjadi 62,70 dolar AS/barel.
  2. WTI (Nymex) turun sebesar 1,61 dolar AS/barel dari 59,48 dolar AS/barel menjadi 57,87 dolar AS/barel.
  3. Brent (ICE) turun sebesar 2,02 dolar AS/barel dari 63,66 dolar AS/barel menjadi 61,64 dolar AS/barel.
  4. Basket OPEC turun sebesar 2,61 dolar AS/barel dari 64,46 dolar AS/barel menjadi 61,85 dolar AS/barel.
  5. Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar 1,73 dolar AS/barel dari 62,83 dolar AS/barel menjadi 61,10 dolar AS/barel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sabar Ya! Bahlil dan Purbaya Masih Hitung-hitung Bea Keluar Batu Bara

Sabar Ya! Bahlil dan Purbaya Masih Hitung-hitung Bea Keluar Batu Bara

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 17:53 WIB

Bahlil Tetap Proses Izin Pertambangan Ormas Meski Aturan Digugat di MK

Bahlil Tetap Proses Izin Pertambangan Ormas Meski Aturan Digugat di MK

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 17:09 WIB

Bahlil Sengaja Tahan Produksi Batu Bara Jadi 600 Juta di 2026 Demi Harga Stabil

Bahlil Sengaja Tahan Produksi Batu Bara Jadi 600 Juta di 2026 Demi Harga Stabil

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 16:37 WIB

Kelanjutan Proyek PLTN Tinggal Tunggu Perpres dari Prabowo

Kelanjutan Proyek PLTN Tinggal Tunggu Perpres dari Prabowo

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 19:17 WIB

Genjot Lifting Migas, Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Lelang 75 Wilayah Kerja

Genjot Lifting Migas, Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Lelang 75 Wilayah Kerja

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 14:15 WIB

DME Batubara Groundbreaking Januari, Bahlil Minta Waktu Finalisasi dengan Danantara

DME Batubara Groundbreaking Januari, Bahlil Minta Waktu Finalisasi dengan Danantara

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 13:36 WIB

Terkini

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:51 WIB

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:49 WIB

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:16 WIB

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:51 WIB

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:41 WIB

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:30 WIB