- SKK Migas dan PCJL memulai program pengeboran 2026 dengan tajak perdana di Sumur NEB-85ST pada Selasa, 20 Januari 2026.
- PCJL akan mengebor enam sumur pengembangan, ditambah 11 *workover* dan 170 *well services* di WK Jabung.
- PCJL dikenal konsisten, pernah meraih penghargaan *Fastest Well Spud*, dan menjadi panutan bagi KKKS lain.
Suara.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) resmi memulai rangkaian program pengeboran tahun 2026.
Momentum ini ditandai dengan pelaksanaan tajak perdana di Sumur NEB-85ST yang berlokasi di Wilayah Kerja (WK) Jabung pada Selasa (20/1/2026).
Langkah proaktif ini merupakan bagian dari realisasi Work Program & Budget (WP&B) 2026 guna mengejar target produksi serta lifting migas nasional.
Vice President Operations PCJL, Khostarosa Andhika Jaya, menegaskan bahwa Sumur NEB-85ST merupakan pembuka dari total enam sumur pengembangan yang direncanakan sepanjang tahun ini.
Selain agenda pengeboran enam sumur pengembangan, PCJL juga telah menyiapkan serangkaian kegiatan teknis untuk menjaga performa WK Jabung.
Agenda tersebut meliputi 11 kegiatan kerja ulang (workover) serta 170 kegiatan perawatan sumur (well services).
"Prinsip drilling program kami adalah bagaimana memastikan kontribusi Jabung untuk Indonesia. Sepanjang tahun ini, PCJL akan bekerja keras untuk melaksanakan program kerja dengan baik, aman dan bertanggung jawab," ungkap Andhika Jaya dalam seremoni peresmian yang dihadiri oleh jajaran petinggi SKK Migas.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Divisi Pengeboran & Sumuran SKK Migas, Surya Widyantoro, menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja dalam setiap operasional di lapangan.
Ia berharap pelaksanaan tajak yang dimulai sejak awal tahun ini dapat meminimalisir kendala teknis dan memberikan hasil produksi yang optimal.
Baca Juga: Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?
PetroChina Jabung dikenal memiliki reputasi positif dalam hal kecepatan memulai program kerja. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan ini secara rutin melakukan tajak pertama di bulan Januari.
PetroChina Jabung adalah anak usaha dari China National Petroleum Corporation - CNPC. Perusahaan ini adalah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas yang menjadi operator di Wilayah Kerja (WK) Jabung, Provinsi Jambi, Indonesia, bertugas mengelola eksplorasi dan produksi minyak serta gas di wilayah tersebut, dan merupakan bagian dari perusahaan energi besar Tiongkok, PetroChina Company Limited.
Bahkan, pada tahun 2023, tajak Sumur SB-D21 milik PCJL dianugerahi penghargaan sebagai Fastest Well Spud oleh SKK Migas.
Surya Widyantoro menyebut konsistensi PCJL sebagai panutan bagi KKKS lainnya di Indonesia. “Pada 2025, drilling program PCJL di 9 sumur terlaksana dengan baik. Saya harap ini bisa menjadi role model bagi KKKS lainnya,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari Komitmen Kerja Pasti (KKP) periode 2023–2028, PCJL terus memperkuat basis data cadangan migas mereka. Hingga saat ini, perusahaan telah:
- Menyelesaikan pengeboran di dua sumur eksplorasi dari target enam sumur.
- Merencanakan pengeboran eksplorasi sumur ketiga pada tahun 2027 mendatang.
- Menuntaskan program seismik 3D di wilayah Ketemu dan Rukam, serta seismik 2D di Eastern Jabung.
Seluruh rangkaian akuisisi dan pemrosesan data seismik tersebut berhasil diselesaikan pada kuartal pertama 2025 dengan catatan impresif sebanyak 1.747.849 jam kerja aman.