DPR Telah Jadwalkan 'Fit and Proper Test' Calon Deputi Gubernur BI Keponakan Prabowo

Achmad Fauzi

Selasa, 20 Januari 2026 | 17:19 WIB
DPR Telah Jadwalkan 'Fit and Proper Test' Calon Deputi Gubernur BI Keponakan Prabowo
Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (18/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mengusulkan tiga nama Deputi Gubernur BI, termasuk keponakannya Thomas Djiwandono, menggantikan Juda Agung.
  • DPR menerima usulan tersebut dan akan melaksanakan uji kompetensi (fit and proper test) pada Jumat (23/1) dan Senin (26/1).
  • Hasil seleksi akan dibawa ke rapat paripurna pada Selasa (27/1) untuk pengesahan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyodorkan beberapa nama untuk mengisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang sebelumnya dijabat Juda Agung. Salah satunya, keponakannya yaitu Thomas Djiwandono, yang kini menduduki kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyebut Nama Thomas sudah diterima oleh pihak DPR untuk menjadi Deputi Gubernur BI. Selanjutnya, bilang ia, Thomas akan menjalani seleksi dengan ikuti proses uji kompetensi atau fit and proper test yang direncanakan pada Jumat (23/1) dan Senin (26/1) mendatang.

Setelah itu, hasil fit and proper test akan dibawa ke rapat paripurna untuk pengesahan sosok yang menjadi Deputi Gubernur BI. Adapun, tak hanya Thomas, terdapat dua nama yang diusulkan Prabowo yakni, Dicky Kartikoyono dan Solihin M Juhro.

"Karena ada tiga orang kan, kita harapkan mudah-mudahan Jumat sampai Senin sudah selesai. Sehingga bisa dibawa ke paripurna tanggal 27 hari Selasa," ujar Misbakhun di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. (Suara.com/Bagaskara)
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. (Suara.com/Bagaskara)

Namun, Ia melanjutkan, hasil dari fit and proper test ini harus dirapatkan secara internal terlebih dahulu.

"Tapi harus dirapatkan internal. Di pimpinan sudah menyetujui hari Jumat dan Senin, dan karena kan calonnya ada tiga, Jumat kan harinya pendek, jadi kemungkinan ada yang di hari Jumat dan di hari Senin," katanya.

Misbakhun menilai, seharusnya Thomas telah memenuhi persyaratan untuk menjadi calon Deputi Gubenur BI, seperti tak bergabung dalam partai politik.

"Saya yakin ketika Pak Perry menerima itu semua sudah ada. Usulan Pak Thomas jadi Deputi itu datang dari Gubernur, datang dari suratnya Gubernur kepada Presiden ketika Pak Juda mengirimkan surat pengunduran diri. Bukan datang dari mana-mana," katanya.

"Sudah, sudah semua. Saya pastikan itu, karena tertib administrasi, hal-hal yang seperti itu termasuk menjadi perhatian pemerintah dan DPR," tambah Misbakhun.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Serang Balik Ekonom usai Kritik Keponakan Prabowo Masuk BI: Dia Iri

Purbaya Serang Balik Ekonom usai Kritik Keponakan Prabowo Masuk BI: Dia Iri

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 16:44 WIB

Kabar Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur BI Dorong Rupiah Jatuh ke Level Rp 16.956

Kabar Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur BI Dorong Rupiah Jatuh ke Level Rp 16.956

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 16:20 WIB

Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI

Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 15:39 WIB

Terkini

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×