Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:27 WIB
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar (capital outflow) dari investasi portofolio mencapai US$ 1,6 miliar atau setara Rp 27 triliun hingga 19 Januari 2026. Foto Antara.
  • Rp 27 triliun dana asing keluar dari RI per 19 Januari 2026.
  • Kurs Rupiah merosot 1,53% hingga mendekati level Rp 17.000 per dolar AS.
  • Bank Indonesia lakukan intervensi pasar Spot dan NDF guna jaga stabilitas.

Suara.com - Ketidakpastian pasar keuangan global mulai mengguncang pasar domestik di awal tahun 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar (capital outflow) dari investasi portofolio mencapai US$ 1,6 miliar atau setara Rp 27 triliun hingga 19 Januari 2026.

Tekanan aksi jual oleh investor asing ini menjadi pemicu utama pelemahan nilai tukar Rupiah yang kini mulai mendekati level psikologis baru di Rp 17.000 per dolar AS. Berdasarkan data BI, Rupiah telah terkoreksi sebesar 1,53% sejak awal tahun ke posisi Rp 16.945 per dolar AS per 20 Januari kemarin.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa selain faktor ketidakpastian global, pelemahan ini juga dipicu oleh tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri seiring dengan geliat aktivitas ekonomi yang meningkat.

Perry menegaskan bahwa pihaknya telah mengaktifkan langkah stabilisasi melalui intervensi di berbagai lini pasar baik di pasar luar negeri (off-shore) maupun dalam negeri (on-shore/DNDF) dan melakukan intervensi langsung untuk menjaga ketersediaan pasokan dolar, selain memperkuat daya tarik aset domestik agar investor kembali masuk.

"Langkah ini diambil untuk menjaga volatilitas nilai tukar agar tetap konsisten dengan sasaran inflasi kita di rentang 1,5% hingga 3,5%," ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/1).

Meski saat ini sedang tertekan, BI optimis Rupiah akan kembali stabil dan cenderung menguat ke depannya. Keyakinan ini didasarkan pada fundamental ekonomi Indonesia yang masih solid, imbal hasil investasi yang menarik, serta angka inflasi yang tetap terkendali. Penguatan respons kebijakan terus dilakukan sebagai "tameng" untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi nasional dari guncangan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik

Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 11:19 WIB

Dolar Masih Kuat, Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp16.963

Dolar Masih Kuat, Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp16.963

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 09:46 WIB

Purbaya Pede Bisa Bikin Rupiah Menguat dalam Semalam, Akui Tahu Kenapa Melemah

Purbaya Pede Bisa Bikin Rupiah Menguat dalam Semalam, Akui Tahu Kenapa Melemah

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 09:18 WIB

Terkini

Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara

Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:27 WIB

Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller

Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:19 WIB

Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota

Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:33 WIB

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:01 WIB

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:52 WIB

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:43 WIB

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:37 WIB

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:14 WIB

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB