Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Sengkarut Tarif "Ilegal" Trump: Pemerintah AS Ogah Kembalikan Dana Impor Rp2.040 Triliun

M Nurhadi

Minggu, 08 Maret 2026 | 10:14 WIB
Sengkarut Tarif "Ilegal" Trump: Pemerintah AS Ogah Kembalikan Dana Impor Rp2.040 Triliun
Donald Trump [The White House]
baca 10 detik
  • Pemerintah AS menolak mengembalikan dana tarif impor ilegal yang dibatalkan Mahkamah Agung pada Maret 2026.
  • CBP secara konsisten menolak permintaan perusahaan menarik kembali bea masuk yang dipungut dari IEEPA Trump.
  • Penundaan pengembalian dana triliunan rupiah ini menimbulkan ketidakpastian bisnis dan potensi gugatan baru.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan mengambil posisi konfrontatif dengan menolak pengembalian dana (refund) atas tarif impor yang telah dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Agung bulan lalu.

Melansir laporan Financial Times pada Jumat (6/3/2026), langkah ini memicu ketidakpastian besar bagi dunia usaha dan menyeret perselisihan dagang kembali ke meja hijau.

Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) dilaporkan mulai menolak permintaan perusahaan-perusahaan yang ingin menarik kembali bea masuk yang sebelumnya dipungut di bawah mandat kekuasaan darurat Presiden Donald Trump.

Tarif yang menjadi sengketa ini merupakan pilar utama kebijakan perdagangan luar negeri Trump, yang dipungut menggunakan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).

Sepanjang masa pemberlakuannya, pemerintah AS telah mengumpulkan lebih dari $130 miliar (sekitar Rp2.040 triliun) dari para importir.

Meskipun Mahkamah Agung telah membatalkan legalitas pungutan tersebut, lembaga yudisial tertinggi di AS itu tidak memberikan panduan spesifik mengenai mekanisme pengembalian dana.

Kekosongan prosedur ini dimanfaatkan oleh otoritas terkait untuk menahan pencairan dana, yang pada gilirannya memicu kebingungan massal di kalangan pelaku industri.

Perlawanan Birokrasi vs Perintah Pengadilan

Situasi di lapangan menunjukkan adanya tarik-ulur yang tajam antara lembaga eksekutif dan yudikatif:

baca juga

Perintah Hakim: Pada Rabu (4/3/2026), seorang hakim pengadilan perdagangan AS sebenarnya telah memerintahkan pemerintah untuk mulai membayarkan potensi miliaran dolar kepada para importir.

Penolakan CBP: Ribuan perusahaan bergegas mengajukan Post Summary Corrections untuk menghapus kode tarif IEEPA dari catatan pengiriman mereka. Namun, CBP secara konsisten menolak pengajuan tersebut.

Penangguhan Protes: Bea Cukai AS juga dilaporkan menangguhkan protes hukum yang diajukan terkait pembayaran tarif yang sudah diproses secara final (liquidated).

"Niat hati ingin uang kembali, apa daya birokrasi masih mengunci." Strategi pemerintah ini dinilai banyak analis sebagai upaya untuk menunda beban fiskal yang luar biasa besar terhadap anggaran negara di tahun 2026.

Sikap keras kepala pemerintah ini meninggalkan ribuan perusahaan dalam kondisi "digantung".

Tanpa kepastian refund, banyak importir menghadapi masalah arus kas yang serius, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang sedang tidak stabil akibat konflik di Timur Tengah.

Hingga berita ini diturunkan, baik Gedung Putih maupun pihak CBP belum memberikan respons resmi terkait laporan penolakan pengembalian dana tersebut.

Namun, para pengacara perdagangan memprediksi akan ada gelombang gugatan baru yang lebih masif dalam beberapa minggu ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocah Iran Marah Lihat Messi Haha Hihi Ketemu Trump, Buang Jersey Inter Miami ke Tong Sampah

Bocah Iran Marah Lihat Messi Haha Hihi Ketemu Trump, Buang Jersey Inter Miami ke Tong Sampah

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 19:13 WIB

Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump

Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump

News | Sabtu, 07 Maret 2026 | 18:30 WIB

Profil Jorge Mas Pemilik Inter Miami Berdarah Kuba yang Dijanjikan Sesuatu oleh Trump

Profil Jorge Mas Pemilik Inter Miami Berdarah Kuba yang Dijanjikan Sesuatu oleh Trump

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:58 WIB

Ternyata Ada Milioner Ini yang Bikin Donald Trump Berani Ancam Kuba di Depan Lionel Messi

Ternyata Ada Milioner Ini yang Bikin Donald Trump Berani Ancam Kuba di Depan Lionel Messi

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:45 WIB

Messi Sukarela Bertemu Trump, Cerita Maradona Dipaksa Bertemu Diktator Penculik 400 Bayi

Messi Sukarela Bertemu Trump, Cerita Maradona Dipaksa Bertemu Diktator Penculik 400 Bayi

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 18:30 WIB

Pakar Tuding Ada Kepentingan Terselubung dari Lionel Messi Usai Bertemu Trump, Apa Itu?

Pakar Tuding Ada Kepentingan Terselubung dari Lionel Messi Usai Bertemu Trump, Apa Itu?

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB