- PT Indokripto Koin Semesta (COIN) belum menggunakan dana hasil IPO senilai Rp 220,58 miliar sejak 9 Juli 2025.
- Rencana awal dana akan dialokasikan untuk modal anak usaha, Bursa CFX dan Kustodian ICC, untuk ekspansi.
- Direktur Utama menyatakan kehati-hatian penggunaan dana karena anak usaha masih memiliki fundamental dan likuiditas kuat.
Suara.com - Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) tiba-tiba merosot tajam pada perdagangan, Kamis, 22 Januari 2026. Terlihat, banyak investor melakukan aksi jual saham afiliasi Grup Bakrie ini.
Berdasarkan data Stockbit, saham BUMI telah terjungkal tiga hari berturut, bahkan di atas 5 persen. Hingga pukul 14.38 WIB, saham emiten tambang batu bara ini longsor 7,25 persen ke level Rp 358 per lembar saham.
Selama sepekan ini, saham BUMI juga telah anjlok 12,68 persen.
Salah satu penyebab jebloknya kinerja saham BUMI ini, karena banyak investor asing yang melego kepemilikan sahamnya.
![Saham BUMI [Stockbit]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/05/12691-saham-bumi.jpg)
Salah satunya, Treasure Global Investment telah menjual kepemilikan sahamnya sebesar 11,19 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp 6,91 triliun.
Atas aksi itu, kepemilikan saham Treasure Global Investment berkurang dari 8,08 persen menjadi 3,18 persen. Treasure Global Investment merupakan perusahaan perpanjangan tangan Grup Salim untuk mengoleksi saham BUMI.
Selain itu, investor asing China juga berkali-kali menjual sahamnya di BUMI. Dihitung dari 2 Januari 2026, Chengdong Investment Corporation telah telah 16 kali melego sahamnya.
Mengutip riset BRI Danareksa, saham BUMI memang tengah dalam tren yang menurun atau bullish. Para investor harus mewaspadai potensi penurunan jika telah di bawah Rp 382 per lembar saham.
"Waspadai potensi penurunan harga lanjutan jika kembali menembus level tersebut. Namun, jika bertahan diatas level tersebut, trend masih belum berubah arah," tulis BRI Danareksa.
Baca Juga: UNTR Siapkan Dana Buyback Rp2 Triliun Pasca Pelemahan Harga Saham
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.