Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

IHSG Diproyeksi Tertekan Pencabutan Izin, Masih Ada Sentimen Positif Rebound

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 22 Januari 2026 | 08:07 WIB
IHSG Diproyeksi Tertekan Pencabutan Izin, Masih Ada Sentimen Positif Rebound
Ilustrasi IHSG. [Antara]
  • IHSG diprediksi bergerak variatif pada Kamis (22/1/2026) setelah kemarin melemah 1,36% akibat *net sell* asing Rp1,88 triliun.
  • Analis berbeda pandangan mengenai arah IHSG hari ini, antara potensi *rebound* atau pelemahan lanjutan di area *support* 8.950.
  • Sentimen negatif datang dari pencabutan 28 izin tambang oleh Presiden Prabowo, sementara sentimen positif dari kenaikan Wall Street.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (22/1/2026) diprediksi akan bergerak variatif setelah mengalami tekanan hebat pada hari sebelumnya.

Kemarin, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 1,36% yang diperparah dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing mencapai Rp1,88 triliun.

Saham-saham blue chip seperti BBCA, UNTR, GOTO, BMRI, dan HRTA menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal internasional.

Prediksi Analis: Potensi Rebound vs Koreksi Lanjutan

Para analis pasar modal memiliki pandangan yang beragam mengenai arah indeks hari ini:

BNI Sekuritas: Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst, memproyeksikan IHSG memiliki peluang untuk berbalik arah atau rebound. Ia menetapkan area Support di level 8.950–9.000 dan Resistance pada kisaran 9.035–9.080.

Phintraco Sekuritas: Sebaliknya, Phintraco memperingatkan adanya potensi pelemahan lanjutan. Secara teknikal, posisi IHSG yang berada di bawah MA5 serta indikator MACD yang menyempit membuka ruang pengujian kembali area support psikologis di 8.950.

Sentimen negatif domestik bersumber dari langkah tegas Presiden Prabowo Subianto yang mencabut 28 izin operasional perusahaan di sektor pertambangan, energi, dan kehutanan karena pelanggaran lingkungan.

Kebijakan ini memicu tekanan jual lintas sektor, terutama pada sektor industri yang anjlok 6,33%, serta sektor properti dan transportasi yang masing-masing melemah di atas 3%.

Dari sisi moneter, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75%.

Keputusan ini dinilai sesuai dengan ekspektasi pasar, namun belum cukup kuat menjadi penopang indeks karena fokus BI saat ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian geopolitik.

Sementara itu, kabar positif datang dari bursa Amerika Serikat.

Wall Street tercatat melonjak setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana tarif terhadap Eropa menyusul adanya kerangka kesepakatan terkait Greenland dan Arktik.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing menguat lebih dari 1%, dipimpin oleh kenaikan saham teknologi seperti Nvidia dan AMD.

Penguatan global ini diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi bursa Asia yang sebelumnya bergerak beragam (mixed) akibat ancaman perang dagang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek di Sini, BEI Buka Lagi Perdagangan 8 Emiten Usai Digembok

Cek di Sini, BEI Buka Lagi Perdagangan 8 Emiten Usai Digembok

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 07:35 WIB

Target Harga BBCA Usai Sahamnya Ambles Hari Ini

Target Harga BBCA Usai Sahamnya Ambles Hari Ini

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 19:16 WIB

IHSG Longsor Gegara Aksi Ambil Untung, 556 Saham Kebakaran

IHSG Longsor Gegara Aksi Ambil Untung, 556 Saham Kebakaran

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 16:52 WIB

Terkini

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:04 WIB

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:42 WIB

7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:31 WIB

Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang

Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:18 WIB

Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal

Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:08 WIB

Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah

Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:04 WIB

Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas

Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:59 WIB

Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya

Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:51 WIB

Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026

Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:33 WIB

BCA Bakal Tebar Dividen Tiga Kali di 2026, Simak Jadwalnya

BCA Bakal Tebar Dividen Tiga Kali di 2026, Simak Jadwalnya

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:28 WIB