- PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) berencana merealisasikan akuisisi tambang nikel pada tahun 2026 setelah penjajakan sejak 2025.
- IFSH menargetkan pendapatan tahun 2026 sekitar Rp1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp100 miliar.
- Perusahaan juga mengembangkan lini usaha baru seperti penanaman kelapa di atas lahan HGU yang telah berizin.
Suara.com - PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) mau melancarkan aksi korporasi pada tahun 2026, dengan berencana akusisi pertambangan nikel.
Direktur IFSH, Iwan Luison, mengatakan peluang untuk mengakuisisi tambang telah dilakukan sejak tahun sebelumnya dan ditargetkan terealisasi pada tahun ini.
"Kalau di tahun 2025, sebenarnya kami sudah melakukan banyak penjajakan untuk mengakuisisi tambang itu, dan target kami di 2026 ini akan kami realisasikan," ujarnya dalam paparan Public Expose secara virtual, Kamis (22/1/2026).

Saat ini, IFSH telah mengelola tambang nikel di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, serta di Tinanggea dan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Wilayah-wilayah tersebut menjadi basis utama produksi nikel perseroan, di tengah tingginya kebutuhan nikel domestik yang diperkirakan mencapai 220 juta metric ton pada 2025.
Selain itu, perusahaan juga membidik pendapatan sekitar Rp 1 triliun dengan target laba bersih di kisaran Rp 100 miliar.
"Untuk target kita masih mirip dengan tahun 2025 atau 2024, di mana target revenue kita untuk 2026 adalah di angka sekitar Rp 1 triliun, dan untuk net profitnya targetnya adalah di sekitar Rp 100 miliaran," imbuh Iwan
Dalam hal ini, perseroan menyiapkan sejumlah rencana strategis. Selain optimalisasi pemanfaatan izin usaha pertambangan melalui penerapan Good Mining Practice, IFSH juga mulai mengembangkan lini usaha baru di luar tambang.
"Salah satunya adalah rencana penanaman kelapa di atas lahan HGU yang telah memiliki perizinan dan Nomor Induk Berusaha sejak 2025," pungkasnya.
Baca Juga: Garap Banyak Film, Emiten Hiburan IRSX Bidik Pendapatan Tumbuh 200% di 2026