Kementerian ESDM Tetap Pangkas Produksi Batu Bara di Tengah Lonjakan Harga

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 10 Maret 2026 | 12:37 WIB
Kementerian ESDM Tetap Pangkas Produksi Batu Bara di Tengah Lonjakan Harga
Ilustrasi batubara. [Pixabay]
baca 10 detik
  • ESDM tetap memangkas produksi batubara tahun ini meski harga dunia mencapai 130 dolar AS per ton.
  • Keputusan ini diambil untuk mencari keseimbangan pasar, menghindari produksi berlebihan saat harga naik sementara.
  • Pengusaha diizinkan mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 pada pertengahan tahun.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap akan memangkas produksi batubara pada tahun ini, meski harganya mengalami kenaikan di tengah gejolak yang terjadi di Timur Tengah. Tercatat harga batubara dunia telah mencapai 130 dolar AS per ton.

"Ini kan baru kejadian baru-baru aja nih (harga batubara tinggi). Jangan terus kita langsung nyimpulin gitu," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Tri Winarno di Kantor Kementerian ESDM yang dikutip pada Selasa (10/3/2026).

Kementerian ESDM tak ingin terburu-buru mengambil keputusan di tengah situasi saat ini, dan memastikan akan tetap memantau perkembangan harga.

"Jangan sampai nanti dinaikkan (kuota produksi batubara), jor-joran (produksinya), terus habis itu (harganya) turun lagi. Cari keseimbangan lah,” ucap Tri.

Namun, sebagai langkah antisipatif, Kementerian ESDM mengizinkan pengusaha mengajukan revisi RKAB 2026 pada pertengahan tahun.

Kebijakan ini diambil agar para penambang dapat menyesuaikan rencana kerja mereka dengan dinamika permintaan batu bara di pasar.

"Yang pertama revisi memungkinkan. Tapi apakah nanti dibuka atau tidak kan tergantung nantinya seperti apa. Jadi pintu-pintu itu sudah kita siapkan,” kata Tri.

Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana memangkas produksi batubara pada 2026 guna mengendalikan harga. Tercatat pada 2025 realisasi produksi nasional mencapai 790 juta ton. Sementara tahun ini akan dipangkas menjadi 600 juta ton, atau berkurang sekitar 190 juta ton.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ESDM Tetap Gaspol Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Meski Ada Pembatalan Tarif

ESDM Tetap Gaspol Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Meski Ada Pembatalan Tarif

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 14:46 WIB

Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia

Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 21:23 WIB

Berkat Perjanjian Prabowo-Trump, AS Bisa Kuasai Mineral Kritis RI

Berkat Perjanjian Prabowo-Trump, AS Bisa Kuasai Mineral Kritis RI

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:14 WIB

Negosiasi Dagang Rampung, RI Siap Borong Produk Energi AS Senilai Rp235 Triliun

Negosiasi Dagang Rampung, RI Siap Borong Produk Energi AS Senilai Rp235 Triliun

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 14:11 WIB

Indonesia Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar: Mulai dari Batubara hingga Bensin Olahan!

Indonesia Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar: Mulai dari Batubara hingga Bensin Olahan!

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 12:14 WIB

Bahlil: Jangan Mimpi Swasembada Energi Kalau Tak Ada Terobosan

Bahlil: Jangan Mimpi Swasembada Energi Kalau Tak Ada Terobosan

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 19:38 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×