Pedagang Dilarang Naikkan Harga, Bos Bapanas Ungkap Stok Beras 3,3 Juta Ton

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:47 WIB
Pedagang Dilarang Naikkan Harga, Bos Bapanas Ungkap Stok Beras 3,3 Juta Ton
Ilustrasi harga beras di Pasar Klandasan, Balikpapan. [Ist]
baca 10 detik
  • Kepala Bapanas, Amran Sulaiman, menyatakan stok CBP melimpah 3,3 juta ton, melarang keras penetapan harga beras melebihi HET.
  • Perum Bulog telah menyerap 15,6 ribu ton beras produksi dalam negeri hingga 22 Januari 2026 untuk stok CBP.
  • Pemerintah menargetkan Bulog menyerap 4 juta ton beras domestik pada 2026, berpotensi membuat stok capai 6 juta ton.

Suara.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, menegaskan tidak ada ruang bagi pedagang menetapkan harga beras melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Pasalnya, saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sudah melimpah hingga mencapai 3,3 juta ton.

"Tadi malam kami komunikasi dengan Bapak Wakil Kapolri. Kami ingin pangan stabil. Pemerintah ingin pangan stabil. Yang pertama, beras, agar tidak ada alasan harga beras diatas HET," ujar Amran dalam Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri di Jakarta pada Kamis (22/1/2026).

Amran menekankan, stok beras yang besar seharusnya menjadi penahan utama agar harga tidak bergerak liar di tingkat konsumen. Terlebih, pemerintah memastikan ketersediaan CBP dalam kondisi aman untuk menjaga pasokan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. [Kementan]
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. [Kementan]

"Kenapa? Beras kita cadangan stok hari ini 3 juta lebih. Jadi sangat cukup untuk masyarakat," sambung Amran.

Selain stok yang tersedia, Amran menyampaikan Perum Bulog juga sudah mulai melakukan penyerapan gabah setara beras dari produksi dalam negeri. Ia meyakini serapan Bulog pada 2026 akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami pantau tadi malam, serapannya lebih tinggi daripada awal tahun lalu. Luas tanaman kita lebih tinggi dari tahun lalu. Aku ikuti kurang lebih (serapan) 5 ribu ton tadi malam, tanggal 21 Januari," ucap Amran.

Berdasarkan laporan yang diterima Bapanas, per 22 Januari 2026, Perum Bulog telah melaksanakan pengadaan setara beras produksi dalam negeri dengan total mencapai 15,6 ribu ton. Pengadaan tersebut terdiri dari 13,5 ribu ton untuk stok CBP dan 2 ribu ton untuk kebutuhan komersial.

Pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kepala Bapanas, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Nomor 3 Tahun 2026, Nomor 14 Tahun 2026, dan Nomor 47 Tahun 2026. Aturan ini mengatur penugasan kepada BUMN bidang pangan dalam rangka penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah tahun 2026.

Dalam kebijakan tersebut, Bulog mendapat target pengadaan beras produksi dalam negeri sebanyak 4 juta ton pada 2026. Target ini mengacu pada hasil rapat koordinasi terbatas tingkat menteri pada 29 Desember 2025.

baca juga

Amran optimistis jika serapan Bulog berjalan sesuai target, stok CBP bisa melonjak drastis dalam beberapa bulan ke depan. Ia bahkan memprediksi stok beras pemerintah berpeluang menyentuh angka yang belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia.

"Artinya, hitungan kami untuk beras, hampir pasti di bulan Juni, Mei, itu stok kita kisaran 5 sampai 6 juta ton dan tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri. Ini hasil kerja keras kita semua," imbuhnya.

Dengan kondisi itu, Amran kembali menegaskan tidak ada alasan harga beras bergerak di atas ketentuan HET. Apalagi, Indonesia saat ini juga sudah memasuki masa panen yang akan menambah pasokan di dalam negeri.

"Stok kita sekarang 3,3 juta ton dan sekarang ini masuk masa panen. Kalau Bulog serap sampai Juni 3 juta ton, itu berarti 6 juta ton berasnya. Artinya, beras tidak ada alasan harga naik," pungkas Amran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bulog Lepas Status BUMN, Dilebur Jadi Satu dengan Bapanas

Bulog Lepas Status BUMN, Dilebur Jadi Satu dengan Bapanas

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 10:02 WIB

Stok Beras Bulog Menumpuk Bisa Rugikan Negara

Stok Beras Bulog Menumpuk Bisa Rugikan Negara

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 17:21 WIB

CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat

CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

×