Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Stok Beras Bulog Menumpuk Bisa Rugikan Negara

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 20 Januari 2026 | 17:21 WIB
Stok Beras Bulog Menumpuk Bisa Rugikan Negara
Peneliti CORE Indonesia sekaligus Guru Besar IPB Andreas Santosa (kedua dari kanan) memperingatkan risiko kerugian negara akibat menumpuknya stok beras di Bulog. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]
  • Peneliti CORE Andreas Santosa menyoroti risiko kerugian negara akibat penumpukan stok beras pemerintah yang besar tanpa strategi pelepasan jelas.
  • Stok awal Bulog 3,36 juta ton; penambahan rencana hingga 7 juta ton melebihi kapasitas gudang 3 juta ton.
  • Pemerintah diminta fokus pada tata kelola stok profesional, didukung data akurat, dan membebaskan Bulog dari intervensi.

Suara.com - Peneliti CORE Indonesia sekaligus Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa menyoroti potensi risiko dari kebijakan pengelolaan stok beras pemerintah yang terus membesar. Ia mengingatkan, stok beras yang menumpuk tanpa perhitungan pelepasan yang jelas bisa berujung pada kerugian negara.

Hal ini itu disampaikan dalam acara CORE Outlook Sektoral bertajuk “Ketahanan Pangan Indonesia 2026: Dari Bencana ke Strategi”. Dalam paparannya, ia menyinggung pentingnya kehati-hatian pemerintah dalam mengelola cadangan beras, khususnya yang berada di Perum Bulog.

Ia mencontohkan kasus di Thailand yang pernah mengalami guncangan politik akibat kebijakan beras. Kebijakan subsidi beras pada era Perdana Menteri Yingluck Shinawatra disebut membuat stok beras Thailand menumpuk hingga 15,5 juta ton.

Penumpukan tersebut pada akhirnya memukul ekspor dan menimbulkan kerugian negara hingga miliaran dolar AS. Kondisi itu dinilai menjadi pelajaran agar Indonesia tidak terjebak pada kebijakan stok besar tanpa strategi pelepasan yang matang.

“Ini negara nanti ada potensi rugi besar ini, si Bulog,” kata Andreas dalam forum tersebut, Selasa (20/1/2016).

Ia lalu mengungkapkan posisi stok awal tahun Bulog yang menurutnya sudah cukup besar. Ia menyebut stok awal tahun Bulog berada di angka 3,36 juta ton.

“Nah, stok awal tahun Bulog itu 3,36 juta ton. Stok awal tahun. Bagaimana melepaskan stok ini persoalan sangat besar,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tidak berhenti pada pencapaian stok tinggi. Yang lebih krusial adalah mekanisme keluar-masuk beras di Bulog, termasuk strategi menyalurkan stok agar tidak menimbulkan beban tambahan.

“Kalau tidak, akan terjadi disposal yang luar biasa besar. Dan yang dirugikan siapa? Semuanya,” lanjutnya.

Ia juga menyinggung wacana penambahan stok yang dapat membuat cadangan beras semakin besar. Ia menilai, rencana penyerapan yang tinggi perlu dibarengi dengan kemampuan logistik dan distribusi yang realistis.

Ia menekankan, tata kelola stok pangan harus mempertimbangkan kapasitas penyimpanan hingga kemampuan pelepasan ke pasar. Sebab, jika stok terus dipaksa naik, risiko penumpukan dinilai makin besar.

“Apalagi rencananya sampai 7 juta ton. Waduh, kapasitas gudang Bulog aja hanya 3 juta ton,” ucapnya.

Ia menilai, Bulog seharusnya diberi ruang untuk menghitung strategi pengelolaan stok secara profesional. Lembaga tersebut diminta tidak dibebani kepentingan lain di luar fungsi stabilisasi pangan.

“Bulog itu seharusnya bebas dari intervensi pihak manapun. Sehingga Bulog bisa menghitung in-out dengan lebih tepat,” katanya.

Ia juga mengingatkan, stok besar bukan semata soal pencitraan. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana stok tersebut dikelola untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, tanpa menciptakan pemborosan fiskal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Bulog Ungkap Stok Beras Melimpah di Aceh Jelang Ramadan

Bos Bulog Ungkap Stok Beras Melimpah di Aceh Jelang Ramadan

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2026 | 14:58 WIB

Harga Beras SPHP Semua Wilayah Rp 12.500 per Kg, Pengecer Untung?

Harga Beras SPHP Semua Wilayah Rp 12.500 per Kg, Pengecer Untung?

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 17:50 WIB

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Bisnis | Sabtu, 10 Januari 2026 | 08:32 WIB

Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan

Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan

Bisnis | Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:55 WIB

Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN

Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 19:06 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 19:49 WIB

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:50 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:26 WIB

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:22 WIB