CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 20 Januari 2026 | 17:00 WIB
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
CORE Outlook Sektoral bertajuk “Ketahanan Pangan Indonesia 2026: Dari Bencana ke Strategi” di Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • Produksi padi naik 13,36%, namun harga beras tetap tinggi di angka Rp15.800/kg.
  • Cadangan beras Bulog tertinggi dalam 25 tahun terakhir, tapi gagal tekan harga.
  • Pakar IPB pertanyakan keakuratan data produksi dan efektivitas distribusi pangan.

Suara.com - Meski pemerintah mengeklaim produksi padi nasional mengalami lonjakan signifikan dan stok di gudang Perum Bulog mencapai level tertinggi dalam 25 tahun terakhir, harga beras di pasaran terpantau masih meroket. Kondisi ini memicu kritik tajam terkait efektivitas tata kelola pangan nasional.

Kritik tersebut disampaikan oleh Peneliti Senior CORE Indonesia sekaligus Guru Besar IPB, Andreas Sanrosa, dalam acara CORE Outlook Sektoral bertajuk “Ketahanan Pangan Indonesia 2026: Dari Bencana ke Strategi” di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Anomali Data dan Logika Pasar Andreas menyebut situasi ini sebagai sebuah "anomali". Secara teori ekonomi, peningkatan produksi yang memperkuat pasokan seharusnya mampu menekan harga di tingkat konsumen. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.

“Produksi padi dinyatakan melonjak luar biasa, harga beras juga naik. Ini kan lucu, anomali,” ujar Andreas. Ia memaparkan bahwa harga beras terus merangkak naik sejak awal tahun dan hanya sempat turun singkat selama dua bulan sebelum akhirnya kembali melambung.

Stok Bulog Melimpah, Harga Tembus Rp15.800 Berdasarkan data yang dipaparkan, harga beras saat ini berada di kisaran tinggi. Data Kementerian Perdagangan mencatat harga rata-rata Rp15.850 per kilogram, sementara data PIHPS berada di level Rp15.806 per kilogram.

Kejanggalan semakin terasa mengingat stok beras di Perum Bulog saat ini diklaim sebagai yang tertinggi dalam seperempat abad terakhir. "Stok Bulog tertinggi sepanjang sejarah, betul, sepanjang 25 tahun saat ini baru stok Bulog tertinggi. Tapi kenapa harga tinggi?" tanya Andreas.

Catatan pada Data Produksi Meski data resmi menunjukkan kenaikan produksi beras tahun 2025 mencapai 13,36%, salah satu yang tertinggi dalam sejarah Andreas mengaku masih meragukan beberapa detail teknis, terutama terkait pola puncak produksi yang dinilai tidak lazim.

Kesenjangan antara klaim surplus produksi dengan realitas harga di pasar ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali strategi distribusi dan stabilitas harga pangan nasional di tahun 2026.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pangan Nasional Kompak Turun 19 Januari 2026, Bawang Merah hingga Cabai Makin Murah

Harga Pangan Nasional Kompak Turun 19 Januari 2026, Bawang Merah hingga Cabai Makin Murah

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 10:50 WIB

Ketika Kas Negara Tekor Rp 695 Triliun, Apa Urusannya dengan Anda?

Ketika Kas Negara Tekor Rp 695 Triliun, Apa Urusannya dengan Anda?

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 16:13 WIB

Harga Cabai Mulai Berangsur Turun, Dibanderol Rp 35.000/Kg

Harga Cabai Mulai Berangsur Turun, Dibanderol Rp 35.000/Kg

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 12:24 WIB

Terkini

Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib

Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:06 WIB

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB

3 Barang Ini Sebaiknya Tidak Diletakkan di Atas Mesin Cuci, Bisa Berbahaya

3 Barang Ini Sebaiknya Tidak Diletakkan di Atas Mesin Cuci, Bisa Berbahaya

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:00 WIB

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:53 WIB

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

×