- Pada Jumat, 23 Januari 2026, IHSG dibuka menguat tetapi langsung melemah 0,20 persen ke level 8.974 hingga pukul 09.04 WIB.
- Proyeksi analis memprediksi IHSG menguat didukung sentimen positif dari bursa Wall Street yang ditutup menguat semalam.
- Perdagangan mencatat 3,22 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp1,87 triliun, di mana 279 saham menurun.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), bergerak dua arah di awal perdagangan, Jumat, 23 Januari 2026. IHSG dibuka menguat ke level 9.039, tapi langsung merosot.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG melemah 0,20 persen ke level 8.974.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,22 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,87 triliun, serta frekuensi sebanyak 222.800 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 241 saham bergerak naik, sedangkan 279 saham mengalami penurunan, dan 438 saham tidak mengalami pergerakan.
![Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/18/26445-ihsg-ihsg-anjlok-bursa-efek-indeks-harga-saham-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, JAST, LAJU, LPCK, SCCO, INAI, SULI, PGUN, PLAN, CASH, PACK, PADA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, PUDP, UANG, KIOS, RMKO, HOPE, BULL, LFLO, KDTN, ESIP, NINE, RCCC.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan menguat pada perdagangan Jumat (23/1/2026), seiring membaiknya sentimen pasar global setelah Wall Street ditutup di zona hijau.
Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, pasar saham Amerika Serikat mengakhiri perdagangan Kamis (22/1) dengan penguatan. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,63 persen, S&P 500 menguat 0,55 persen, dan Nasdaq melonjak 0,91 persen.
Baca Juga: Nego dengan Gubernur Papua, Bahlil Jamin Divestasi Saham Freeport Rampung Kuartal I-2026
Penguatan Wall Street terjadi setelah Presiden AS Donald Trump meredakan ancaman tarif terkait Greenland. Sikap tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor sekaligus menurunkan kekhawatiran geopolitik global.
Dari pasar obligasi dan mata uang, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun tercatat naik tipis menjadi 4,248 persen, sementara indeks dolar AS melemah 0,51 persen ke level 98,3. Kondisi ini turut memberikan ruang bagi penguatan aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Untuk hari ini, kami memperkirakan JCI akan menguat didukung sentimen positif dari pasar global dan regional," tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya.
Di kawasan regional, mayoritas bursa Asia juga bergerak positif. Indeks STOXX Eropa naik 1,3 persen, Straits Times Index (STI) Singapura menguat 0,4 persen, dan EIDO naik 0,6 persen. Sementara itu, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis 0,2 persen di level 8.992.
Dari sisi komoditas, harga emas melonjak 2,2 persen ke level 4.936 dolar AS per troy ounce, mencerminkan masih tingginya minat terhadap aset lindung nilai. Di sisi lain, harga minyak Brent turun 1,8 persen ke 64 dolar AS per barel, sementara CPO Malaysia menguat 1 persen ke 4.197 MYR per ton.
Adapun nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,3 persen ke level Rp16.885 per dolar AS.