Purbaya Kukuh Bela Keponakan Prabowo Masuk BI, Klaim Rupiah Melemah Sejak Lama

Dicky Prastya

Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:19 WIB
Purbaya Kukuh Bela Keponakan Prabowo Masuk BI, Klaim Rupiah Melemah Sejak Lama
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di sekitar Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (20/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya membantah isu Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI penyebab utama pelemahan Rupiah.
  • Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya mengakui isu pencalonan tersebut menjadi salah satu sentimen negatif pasar.
  • Rupiah melemah disebabkan faktor lain, termasuk faktor global dan domestik yang memicu aliran modal keluar.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kukuh membantah Rupiah melemah terjadi bukan karena munculnya isu Thomas Djiwandono jadi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Hal ini berbeda dari pengakuan Gubernur BI Perry Warjiyo yang sebelumnya mengakui bahwa pencalonan keponakan Presiden RI Prabowo Subianto ini membuat sentimen pasar negatif pada nilai tukar Rupiah.

Menkeu Purbaya menegaskan kalau Thomas yang juga menjabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) itu tidak ada hubungannya dengan pelemahan nilai tukar Rupiah. Sebab mata uang negara itu sudah lebih dulu anjlok sebelum ada isu.

"Kalau Anda lihat kan Rupiahnya melemah sebelum Pak Thomas ditunjuk, melemah terus-terusan. Jadi itu bukan isu jadinya, ada hal lain yang menjadi faktor," kata Purbaya di Aula Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Purbaya tidak menjelaskan lebih rinci soal hal lain bikin Rupiah anjlok. Namun dia memastikan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BI sepakat menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

"Kita percaya Bank Sentral punya strategi yang pas lah untuk mengendalikan nilai tukar," lanjutnya.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. [Suara.com/Dicky Prastya]
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. [Suara.com/Dicky Prastya]

Bendahara Negara juga menyinggung kalau beberapa waktu belakangan Rupiah mulai menguat setelah hampir anjlok ke Rp 17.000 per USD. Ia mengklaim kalau Rupiah bakal menguat sesuai prediksinya karena fundamental ekonomi RI terus diperbaiki.

"Jadi anda enggak usah khawatir," pungkasnya.

Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui kabar Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI, salah satu sentimen rupiah merosot akhir-akhir ini. Perkembangan nilai tukar ini juga dipengaruhi faktor global dan domestik.

baca juga

"Ada faktor domestik aliran modal asing keluar juga kebutuhan valas yang besar sejumlah korperasi Pertamina, PLN dan Danantara lalu persepsi pasar terhadpa kondisi fiskal dan proses pencalonan deputi gubernur BI sesuai dengan UUD tata kelola dan tidak mempengaruhi kewenangan BI yang profesional," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/1/2026).

Selain domestik, faktor eksternal juga mempengaruhi pergerakan niliar tukar rupiah. Salah satunya tensi geopolitik hingga perang dagang.

"Seperti tadi kami sampaikan faktor gloval dengan kondisi global geopolitik tarif kebijakan tarif Amerika dan juga tinggi US Traesury Yield dan Fed Fund Rate turun disamping kondisi lain menyebabkan dolar AS menguat dan aliran modal keluar ke negara maju termasuk Amerika Serikat," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Pidato di Davos, Prabowo Lanjut 'Nongkrong' dan Ngopi Bareng Menteri di Paviliun Indonesia

Usai Pidato di Davos, Prabowo Lanjut 'Nongkrong' dan Ngopi Bareng Menteri di Paviliun Indonesia

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 07:54 WIB

Momen Prabowo Paparkan Prabowonomics di World Economic Forum 2026

Momen Prabowo Paparkan Prabowonomics di World Economic Forum 2026

Foto | Jum'at, 23 Januari 2026 | 08:00 WIB

PDIP Tegaskan Kedekatan Megawati-Prabowo Tak Ubah Sikap Tolak Pilkada Tidak Langsung

PDIP Tegaskan Kedekatan Megawati-Prabowo Tak Ubah Sikap Tolak Pilkada Tidak Langsung

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 20:52 WIB

Resmi Gabung Dewan Perdamaian Besutan Trump, Prabowo Ungkap Harapan dan Tujuan Indonesia

Resmi Gabung Dewan Perdamaian Besutan Trump, Prabowo Ungkap Harapan dan Tujuan Indonesia

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:44 WIB

Prabowonomics Bakal Menggema di WEF Davos, Visi Ekonomi RI Setelah 10 Tahun Absen

Prabowonomics Bakal Menggema di WEF Davos, Visi Ekonomi RI Setelah 10 Tahun Absen

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:37 WIB

Membedah Potensi Gangguan Asing terhadap Kondusivitas Negara

Membedah Potensi Gangguan Asing terhadap Kondusivitas Negara

Opini | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:05 WIB

Terkini

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Gibran Didesak Mundur, Projo Sebut Putusan MA Tak Bisa Menganulir Jabatan Wapres

Gibran Didesak Mundur, Projo Sebut Putusan MA Tak Bisa Menganulir Jabatan Wapres

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang

Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Susu Bubuk Ada Bintik Hitam, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Pakar Teknologi Pangan

Susu Bubuk Ada Bintik Hitam, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Pakar Teknologi Pangan

Health | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!

Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:21 WIB

5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten

5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan

Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:14 WIB

×