Penjelasan Purbaya Kenapa Rupiah Anjlok Tapi IHSG Naik, Bisa Picu Krisis Ekonomi?

Dicky Prastya Suara.Com
Jum'at, 23 Januari 2026 | 11:55 WIB
Penjelasan Purbaya Kenapa Rupiah Anjlok Tapi IHSG Naik, Bisa Picu Krisis Ekonomi?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat melantik empat pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Jakarta Utara pada Kamis (22/1/2026). [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya menyatakan pelemahan Rupiah tidak memicu krisis sebab fundamental ekonomi Indonesia dinilai sangat baik.
  • Pemerintah sedang menyinkronkan kebijakan fiskal dan moneter untuk menarik investor asing demi menguatkan nilai tukar Rupiah.
  • Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sinyal positif yang menarik minat investor global terhadap perekonomian Indonesia.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangannya soal kenapa Rupiah melemah tapi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru malah naik.

Menkeu Purbaya menegaskan kalau Rupiah melemah tidak akan menjadi pemicu krisis ekonomi. Ia beralasan kalau Pemerintah terus berupaya untuk memperbaiki fundamental ekonomi.

"Jadi Anda enggak usah khawatir bahwa Rupiah itu akan men-trigger krisis ekonomi. Jauh dari itu, karena fundamental ekonominya masih amat baik," katanya di Aula Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Saat ini, lanjut Purbaya, dirinya sedang menyinkronkan kebijakan antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai otoritas fiskal dan Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter.

Dari sana dia yakin kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih cepat karena investor dalam maupun luar negeri bakal menanamkan modalnya di Indonesia, yang berujung pada penguatan kurs Rupiah.

"Investor akan merealisasikan rencana investasinya, yang asing juga akan masuk. Rupiah akan terus menguat," lanjut dia.

Bendahara Negara menyimpulkan ini dari kenaikan IHSG yang terjadi beberapa waktu belakangan. Ia membantah kalau pasar saham tidak berhubungan dengan kondisi ekonomi masyarakat.

"Anda lihat, pasar modal kan menguat kencang. Apa perlunya buat kita? Karena banyak orang bilang, enggak ada hubungannya dengan kantong gua katanya," tutur dia.

Purbaya bertutur kalau IHSG semacam bendera untuk investor di seluruh dunia. Kenaikan IHSG menandakan adanya perubahan positif untuk perekonomian.

Baca Juga: IMF Ramal Ekonomi RI Hanya 5,1 Persen, BI Siapkan Strategi Ini

Jika tidak ada kenaikan di pasar modal, Purbaya menyebut investor tidak akan datang ke IHSG. Sebaliknya, IHSG naik menandakan kalau investor melihat pertumbuhan ekonomi RI membaik.

"Jadi Anda jangan menganggap enggak penting pergerakan di pasar modal karena itu bendera ke banyak investor. Jadi FID (foreign direct investment atau investasi asing) kayaknya akan mulai banyak masuk ke sini," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI