- Rupiah menguat 0,41 persen pada Jumat, 23 Januari 2026, ditutup Rp 16.820 per dolar AS di pasar spot.
- Penguatan rupiah dipicu intervensi Bank Indonesia dan pernyataan Trump terkait isu geopolitik Greenland.
- Beberapa mata uang Asia menguat seperti Ringgit Malaysia, namun Baht Thailand dan Won Korea melemah.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih menguat pada penutupan, Jumat, 23 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup Rp 16.820 per dolar AS.
Kondisi ini membuat mata uang garuda rupiah menguat 0,41 persen dibanding penutupan pada Kamis yang berada di level Rp 16.895 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.835 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian menguat.
![Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/01/14/21695-nilai-tukar-rupiah-ilustrasi-dolar-ilustrasi-dolar-ke-rupiah-ilustrasi-rupiah.jpg)
Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,94 persen.
Selanjutnya ada dolar Taiwan yang ditutup melesat 0,15 persen dan dolar Singapura yang terkerek 0,14 persen. Diikuti, peso Filipina yang ditutup menanjak 0,1 persen.
Berikutnya, yen Jepang naik 0,09 persen dan yuan China menguat tipis 0,05 persen terhadap the greenback.
Sedangkan, baht Thailand dan won Korea Selatan sama-sama menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,16 persen. Kemudian ada rupee India yang turun 0,05 persen dan dolar Hongkong yang melemah tipis 0,02 persen di sore ini.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah menguat terhadap dolar AS dikarenakan Bank Indonesia yang terus melakukan intervensi. Sehingga, rupiah menguat di pasar keuangan.
"Melunaknya sikap Trump mengenai hal seputar Greenland, serta pernyataan kuat akan komitmen BI mengintervensi," katanya saat dihubungi Suara.com.
Baca Juga: Penjelasan Purbaya Kenapa Rupiah Anjlok Tapi IHSG Naik, Bisa Picu Krisis Ekonomi?
Namun, rupiah masih belum sepenuhnya keluar dari masalah. Sebab, situasi geopolitik seputar Greenland masih jauh dari kepastian, dan kekhawatiran defisit anggaran menembus 3 persen masih ada.
"Dengan absennya data-data eknomi penting dari dalam maupun luar, perkembangan geopolitik di akhir pekan akan mendikte arah rupiah Senin. Range Rp 16.800 - Rp 16.900," pungkasnya.