Nadiem Sebut Angka Rp6 Triliun di SPT Pajak Adalah Nilai Saham Sejak 2015

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 10 Maret 2026 | 07:41 WIB
Nadiem Sebut Angka Rp6 Triliun di SPT Pajak Adalah Nilai Saham Sejak 2015
Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Nadiem Makarim saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Nadiem bantah raup Rp6 T; angka di SPT adalah nilai saham lama, bukan penghasilan baru.
  • Lonjakan di SPT dipicu pajak IPO GoTo 0,5%, merupakan pengeluaran wajib, bukan korupsi.
  • Saksi vendor tegaskan Nadiem tak terlibat dalam teknis pengadaan laptop Chromebook.

Suara.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, angkat bicara terkait tudingan yang menyebut dirinya memiliki lonjakan penghasilan fantastis sebesar Rp6 triliun.

Dalam persidangan lanjutan kasus pengadaan laptop Chromebook, Senin (9/3/2026), Nadiem menegaskan bahwa isu tersebut adalah fitnah yang lahir dari ketidakpahaman membaca dokumen perpajakan.

Nadiem menjelaskan bahwa angka yang menjadi sorotan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) miliknya bukanlah penghasilan masuk, melainkan nilai valuasi saham yang sudah ia miliki jauh sebelum menjabat di pemerintahan.

"Saya menerima fitnah baru mengenai adanya penempatan penghasilan pemerkayaan saya Rp6 triliun berdasarkan SPT saya. Nah ini hal yang sangat lucu. Semua saham itu sudah saya miliki sejak 2015, lima tahun sebelum jadi menteri," ujar Nadiem dengan nada tegas di hadapan majelis hakim.

Nadiem meluruskan kekeliruan fatal dalam penafsiran angka Rp5,2 triliun di SPT-nya. Menurutnya, angka tersebut muncul sebagai konsekuensi dari melantainya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (GoTo) di bursa saham (IPO). Berdasarkan aturan perpajakan, setiap pemilik saham pendiri wajib membayar pajak sebesar 0,5% dari total nilai saham saat perusahaan go public.

"Jadi keliru membaca SPT-nya. Itu bukannya penghasilan, itu pengeluaran. Saya harus bayar wajib pajak 0,5% dikali total saham dikali harga IPO. Saya dan 200 pemilik saham lainnya punya kewajiban yang sama," jelasnya.

Ia juga menepis isu adanya penjualan saham pada tahun 2022. Nadiem mengingatkan adanya aturan lock-up period dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melarang pemegang saham awal menjual aset mereka selama delapan bulan setelah IPO.

"Jadi mustahil saya menjual saham di 2022," tambahnya. Terkait angka Rp809 miliar yang juga sempat berhembus, Nadiem menyatakan angka tersebut fiktif karena tidak pernah tercantum dalam dokumen SPT maupun Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya.

Di sisi lain, jalannya persidangan juga menghadirkan saksi dari pihak distributor dan vendor pengadaan Chromebook. Menariknya, kesaksian mereka justru memperkuat posisi Nadiem. Para saksi menyatakan tidak ada hubungan maupun intervensi langsung dari Nadiem dalam proses teknis pengadaan laptop tersebut.

baca juga

Penasehat hukum Nadiem menilai, fakta persidangan sejauh ini menunjukkan bahwa isu harta kekayaan yang digulirkan tidak relevan dengan materi dakwaan korupsi yang sedang disidangkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ngotot soal Rupiah Lemah hingga IHSG Jeblok: Jangankan Krisis, Resesi Saja Belum!

Purbaya Ngotot soal Rupiah Lemah hingga IHSG Jeblok: Jangankan Krisis, Resesi Saja Belum!

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 07:00 WIB

IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!

IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 17:43 WIB

IHSG Terus Meluncur ke Level 7.337, 744 Saham Loyo

IHSG Terus Meluncur ke Level 7.337, 744 Saham Loyo

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 16:56 WIB

Terkini

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

×