Purbaya Gandeng BUMN Tarik Pajak Transaksi Luar Negeri, Incar Rp 84 M per Tahun

Dicky Prastya Suara.Com
Jum'at, 23 Januari 2026 | 16:23 WIB
Purbaya Gandeng BUMN Tarik Pajak Transaksi Luar Negeri, Incar Rp 84 M per Tahun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto Instagram Menkeu RI.
Baca 10 detik
  • Pemerintah berencana memungut pajak transaksi digital lintas negara dengan potensi penerimaan mencapai $5 Miliar per tahun.
  • PT Jalin Pembayaran Nusantara ditunjuk melalui Perpres 68 Tahun 2025 untuk memungut pajak digital luar negeri.
  • Penunjukan Jalin karena sistemnya mampu memetakan transaksi lintas negara, diawasi ketat oleh BSSN untuk keamanan data.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana Pemerintah untuk memungut pajak transaksi digital lintas negara. Ia mengatakan kalau potensi penerimaan pajak transaksi luar negeri bisa tembus 5 miliar Dolar AS atau Rp 84,2 triliun per tahun.

Pemerintah sendiri telah menunjuk PT Jalin Pembayaran Nusantara yang merupakan anak usaha BUMN Danareksa untuk memungut pajak digital luar negeri. Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2025.

Menkeu Purbaya menyatakan kalau Jalin terpilih lantaran memiliki sistem transaksi digital yang memadai ketimbang milik Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu).

Sebab sistem Jalin bisa memetakan data transaksi baik dari dalam negeri ke luar negeri, ataupun sebaliknya dari luar ke dalam negeri.

"Karena punya kita enggak bisa menangkap yang transaksi ke luar negeri sana. Sistem ini, dengan memakai data sini, bisa menghitung di sananya berapa. Dan saya lihat risiko buat kita enggak ada," kata Purbaya di Aula Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

"Mereka bisa bilang naikin income kita dari PPN saja, kalau udah full 5 miliar USD per tahun. Saya lihat risiko buat kita sedikit, ya sudah hajar saja," lanjutnya.

Purbaya bercerita kalau pemungutan transaksi pajak luar negeri ini adalah bentuk kerja sama Jalin dengan Ditjen Pajak Kemenkeu.

Bendahara Negara juga memastikan kalau penunjukkan itu tidak berpotensi adanya kebocoran data karena sudah diawasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Jadi BSSN sudah masuk ke sana, sudah lihat, bolong apa enggak, dan yang me-manage datanya adalah Danareksa rupanya. Jadi ada perusahaan dalam negeri juga. Jadi enggak akan ada data yang bocor dan yang penting adalah mereka bisa menghitung transaksi dari dalam yang ke luar berapa, yang selama ini lolos dari kita," jelasnya.

Baca Juga: Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI