Gaji Anggota DPR Dipotong, Menteri dan Stafsus Tak Terima Gaji: Cara Pakistan Atas Krisis Energi

Liberty Jemadu

Kamis, 12 Maret 2026 | 20:38 WIB
Gaji Anggota DPR Dipotong, Menteri dan Stafsus Tak Terima Gaji: Cara Pakistan Atas Krisis Energi
Krisis energi melanda Pakistan akibat perang di Teluk yang melibatkan AS dan Israel vs Iran. Pemerintah Pakistan memutuskan memotong gaji anggota DPR dan tidak menggaji menteri-menteri akibat krisis. [Suara.com/Ema Rohimah]
baca 10 detik
  • Pemerintah Pakistan memotong gaji anggota DPR dan menangguhkan gaji menteri untuk mengatasi krisis energi akibat perang Teluk.
  • Langkah penghematan meliputi peliburan sekolah dua minggu, pekerja WFH, dan penutupan kampus guna mengurangi konsumsi bahan bakar.
  • Ketergantungan impor energi dan penutupan Selat Hormuz menyebabkan kenaikan harga BBM serta dampak signifikan pada sektor ekspor tekstil.

Suara.com - Pemerintah Pakistan mengambil langkah drastis untuk mengatasi krisis energi akibat perang di Teluk yang terus berlangsung sejak 28 Februari lalu dengan memotong gaji anggota DPR dan tidak menggaji para menteri serta staf-staf khusus mereka.

Selain itu sekolah-sekolah di Pakistan akan diliburkan selama dua minggu ke depan. Sementara para pekerja diminta bekerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Kampus-kampus juga ditutup dan para mahasiswa akan kembali belajar online seperti di masa wabah Covid-19.

Para menteri, penasehat dan stafsus menteri juga akan menerima gaji selama dua bulan ke depan. Sementara gaji anggota DPR dipotong 25 persen. Secara umum, pengeluarkan pemerintah Pakistan dipotong 20 persen dalam upaya penghematan besar-besaran akibat konflik di Teluk.

Pekan lalu Pakistan sudah menaikkan harga BBM sebesar 20 persen menjadi 321,17 rupee atau setara dengan Rp19.400 per liter dan memicu kemarahan publik.

Sektor energi Pakistan memang benar-benar bergantung pada impor minyak serta LNG dari Timur Tengah. Ditutupnya Selat Hormuz di Teluk Persia akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel vs Iran tidak hanya membuat harga minyak dunia baik tapi juga pasokan terbatas.

"Jika krisis ini terus berlangsung, pemerintah harus mencari sumber minyak dan gas lain yang tentu saja harganya lebih tinggi," kata Noman Ali Butt, wakil asosiasi stasiun pengisian BBM Pakistan kepada Channel News Asia.

Tidak hanya itu. Warga Pakistan kini diliputi oleh kepanikan. Mereka berbondong-bondong mengantre di SPBU untuk berebut bahan bakar.

"Bisnis kami akan kesulitan, ongkos transportasi akan naik dan hidup semakin berat saja," kata Patras Maseeh warga Islamabad.

Para ekonom mengatakan langkah pemerintah Pakistan sudah tepat untuk mencegah krisis di dalam negeri.

baca juga

"Jika harga-harga naik dua kali lipat, ada dua hal yang akan terpengaruh: inflasi kebutuhan rumah tangga dan kedua pendapatan pemerintah," terang Ali Salman pimpinan lembaga think tank Policy Research Institute and Market Economy.

Krisis di Teluk juga berdampak besar ke industri tekstil Pakistan yang menjadi tulang punggung pendapatan dari ekspor. Salah satu perusahaan yang sudah merasakan dampaknya adalah Monarchy yang banyak menjual produk mereka ke Timur Tengah.

CEO Monarchy Ali Qureshi mengatakna 70 persen penjualan perusahaannya adalah dari platform online yang pasarnya berasal di Timur Tengah.

"Banyak klien kami yang berasal dari Dubai, Qatar, Oman dan Arab Saudi. Ketika mereka datang ke Pakistan, mereka berbelanja di tempat kami. Tapi kini penerbangan ditutup dan mereka tak bisa ke sini lagi," keluh Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina Sebut Dua Kapalnya Masih Terjebak di Selat Hormuz, Gimana Kondisinya?

Pertamina Sebut Dua Kapalnya Masih Terjebak di Selat Hormuz, Gimana Kondisinya?

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 20:21 WIB

Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain

Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 19:34 WIB

Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?

Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 17:09 WIB

Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata

Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:05 WIB

Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?

Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Daftar Pasangan Shio yang Pantang Menikah Menurut Feng Shui, Konon Sering Bentrok

Daftar Pasangan Shio yang Pantang Menikah Menurut Feng Shui, Konon Sering Bentrok

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE

Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

×