Rupiah Masih Tekan Dolar AS, Melesat ke Level Rp 16.768/USD

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Selasa, 27 Januari 2026 | 16:09 WIB
Rupiah Masih Tekan Dolar AS, Melesat ke Level Rp 16.768/USD
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 0,08 persen pada penutupan Selasa, 27 Januari 2026, mencapai Rp 16.768 per dolar AS.
  • Penguatan rupiah dipicu sentimen global mereda dan antisipasi investor terhadap keputusan FOMC keesokan harinya.
  • Kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.801 per dolar AS, sementara mata uang Asia bergerak bervariasi.

Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik menguat pada penutupan, Selasa, 27 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup ke level Rp 16.768 per dolar AS.

Dengan level tersebut, membuat rupiah menguat 0,08 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.782 per dolar AS. 

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.801 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian bervariasi.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,3 persen. Selanjutnya ada rupee India yang menanjak 0,28 persen dan dolar Taiwan yang terangkat 0,11 persen.

Disusul, dolar Singapura yang naik 0,05 persen. Lalu, ada baht Thailand yang menguat tipis 0,04 persen terhadap the greenback.

Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,38 persen.

Diikuti Jepang yang tertekan 0,32 persen dan peso Filipina yang ditutup terdepresiasi 0,18 persen. Lalu yuan China turun 0,05 persen. Lau, ada dolar Hongkong yang melemah tipis 0,02 persen pada perdagangan sore ini.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah penguatan  rupiah terhadap dolar AS dikarenakan sentimen global. 

"Rupiah menguat terhadap dolar AS oleh meredanya sentimen negatif seputar indepedensi BI, dengan investor mengalihkan fokus pada FOMC besok," katanya saat dihubungi Suara.com. 

baca juga

Lukman mengatakan, penguatan rupiah juga diperkirakan oleh intervensi BI. Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan investor terus memantau posisi dolar AS yang masih dalam tekanan sentimen sell-America

"Kabar tentunya FOMC besok bikin rupiah di range Rp 16.700 - Rp 16.800," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI, Rupiah Anjlok Lagi

Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI, Rupiah Anjlok Lagi

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 09:55 WIB

Nilai Tukar Rupiah Masih Ungguli Dolar AS, Ditutup ke Level Rp 16.782/USD

Nilai Tukar Rupiah Masih Ungguli Dolar AS, Ditutup ke Level Rp 16.782/USD

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 17:26 WIB

Rupiah Masih Kokoh Menguat Senin Pagi ke Level Rp 16.784

Rupiah Masih Kokoh Menguat Senin Pagi ke Level Rp 16.784

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 10:16 WIB

Terkini

Biaya Hidup Meningkat, 66 Persen Masyarakat RI Mulai Siapkan Masa Depan Finansial

Biaya Hidup Meningkat, 66 Persen Masyarakat RI Mulai Siapkan Masa Depan Finansial

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:07 WIB

League Cup Batasi Pemain Asing Maksimal 3, Klub Bisa Ganti di Tengah Turnamen

League Cup Batasi Pemain Asing Maksimal 3, Klub Bisa Ganti di Tengah Turnamen

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Shio Babi Apakah Cocok dengan Shio Macan? Ini Peruntungan Karier, Keuangan, dan Asmaranya

Shio Babi Apakah Cocok dengan Shio Macan? Ini Peruntungan Karier, Keuangan, dan Asmaranya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Empat Orang Kepercayaannya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Diduga Tentukan Alur Perizinan HGB

Empat Orang Kepercayaannya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Diduga Tentukan Alur Perizinan HGB

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Awas Terjebak Macet Demo, Simak Daftar Lengkap Rute Alternatif Monas hingga DPR Hari Ini

Awas Terjebak Macet Demo, Simak Daftar Lengkap Rute Alternatif Monas hingga DPR Hari Ini

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Urutan Skincare Metode Skin Cycling Agar Glowing, Budget di Bawah Rp50 Ribu

Urutan Skincare Metode Skin Cycling Agar Glowing, Budget di Bawah Rp50 Ribu

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Kapitalisasi Slang Internet: Sisi Bisnis di Balik Bahasa Copywriting Modern

Kapitalisasi Slang Internet: Sisi Bisnis di Balik Bahasa Copywriting Modern

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:00 WIB

8 Bedak Tabur yang Aman untuk Kulit Sensitif dan Mudah Ditemukan di Toko Online

8 Bedak Tabur yang Aman untuk Kulit Sensitif dan Mudah Ditemukan di Toko Online

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Prof Theddeus Prasetyono Sebut Gerakan Kritis Mahasiswa Bangun Keberanian Publik Lebih Luas

Prof Theddeus Prasetyono Sebut Gerakan Kritis Mahasiswa Bangun Keberanian Publik Lebih Luas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:54 WIB

DPR Bahas RUU Perampasan Aset, Sahroni Ingatkan Jangan Jadi Alat Kekuasaan

DPR Bahas RUU Perampasan Aset, Sahroni Ingatkan Jangan Jadi Alat Kekuasaan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:52 WIB

×