Rupiah Masih Kokoh Menguat Senin Pagi ke Level Rp 16.784

Achmad Fauzi

Senin, 26 Januari 2026 | 10:16 WIB
Rupiah Masih Kokoh Menguat Senin Pagi ke Level Rp 16.784
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah menguat 36 poin menjadi Rp16.784 per dolar AS pada Senin, 26 Januari 2026.
  • Penguatan rupiah dipicu data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi pasar sebelumnya.
  • Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar spot, obligasi, dan NDF.

Suara.com - Nilai tukar rupiah pada pembukaan Senin, 26 Januari 2026, bergerak menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp 16.784 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.820 per dolar AS

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah diiringi rilis data ekonomi AS yang lemah.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang kembali mengalami sell-off menyusul rilis data ekonomi AS yang lebih lemah," ujarnya seperti dilansir Antara.

Ilustrasi Rupiah. [Pixabay]
Ilustrasi Rupiah. [Pixabay]

Tercatat, Purchasing Managers' Index (PMI) AS mencapai 51,9, kurang dari perkiraan yang sebesar 52.

Adapun ekspektasi inflasi konsumen AS sebesar 4 persen, di bawah dugaan 4,2 persen.

Di samping itu, penguatan rupiah turut didukung komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah yang memberikan sentimen positif.

"BI umumnya intervensi di spot, obligasi, dan non deliverable forward (NDF)," ungkap Lukman.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa pihaknya siap untuk membawa rupiah menguat dengan melakukan intervensi dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, DNDF (domestic non-delivery forward), serta pasar spot.

Bank Indonesia meyakini ke depan akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat berkat dukungan imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi.

baca juga

Penguatan rupiah juga akan didukung cadangan devisa (cadev) yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, kurs rupiah diprediksi berkisar Rp 16.750 - Rp 16.900 per dolar AS

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Berhasil Tundukan Dolar AS Hari, Tembus Level Rp 16.820/USD

Rupiah Berhasil Tundukan Dolar AS Hari, Tembus Level Rp 16.820/USD

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 16:09 WIB

Penjelasan Purbaya Kenapa Rupiah Anjlok Tapi IHSG Naik, Bisa Picu Krisis Ekonomi?

Penjelasan Purbaya Kenapa Rupiah Anjlok Tapi IHSG Naik, Bisa Picu Krisis Ekonomi?

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 11:55 WIB

Rupiah Masih Perkasa di Jumat Pagi ke Level Rp 16.844/USD

Rupiah Masih Perkasa di Jumat Pagi ke Level Rp 16.844/USD

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 09:39 WIB

Terkini

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:42 WIB

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:37 WIB

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:25 WIB

×