Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.026,782
LQ45 714,581
Srikehati 342,341
JII 479,563
USD/IDR 16.990

Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 02 Februari 2026 | 18:17 WIB
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
Pandu Sjahrir, CIO Danantara Indonesia, menjelaskan bahwa istilah keren "uninvestability" ini sebenarnya merujuk pada apa yang di pasar lokal kita kenal sebagai saham gorengan. Desain Aldie-Suara.com
  • MSCI membekukan indeks saham RI karena isu transparansi dan praktik saham gorengan.
  • Lima pimpinan OJK & BEI mundur massal usai IHSG anjlok 8% dan tekanan global.
  • OJK buka data pemilik saham hingga 1% dan naikkan free float jadi 15% demi kredibilitas.

Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah berada di titik nadir. Pekan pertama Februari 2026 akan dicatat dalam sejarah sebagai periode "paling berdarah" bagi bursa domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak hanya sekadar memerah, tapi seolah kehilangan jangkar. Di tengah kejatuhan indeks yang menyentuh batas pelemahan maksimal 8%, sebuah drama suksesi terjadi secara mendadak dimana lima nakhoda utama, termasuk Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Dirut BEI Iman Rachman, memutuskan mundur berjamaah.

Pertanyaan besarnya bukan lagi "kapan IHSG rebound?", melainkan apa yang sebenarnya terjadi di balik layar hingga para regulator ini memilih meletakkan jabatan?

Pemicu utama kepanikan ini bukanlah sekadar angka di layar monitor, melainkan pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Bagi pengelola dana global, MSCI adalah "kitab suci". Jika MSCI mencabut restunya, triliunan rupiah dana asing (foreign inflow) akan mengalir keluar secara otomatis (forced selling).

MSCI membekukan perlakuan indeks bagi Indonesia karena mencium aroma tidak sedap dalam pembentukan harga saham. Mereka menyoroti struktur kepemilikan saham yang tidak transparan dan fenomena "perdagangan terkoordinasi". Dalam bahasa teknis MSCI, ini disebut uninvestability.

Pandu Sjahrir, CIO Danantara Indonesia, menjelaskan bahwa istilah keren "uninvestability" ini sebenarnya merujuk pada apa yang di pasar lokal kita kenal sebagai saham gorengan.

"Kalau MSCI menyebutnya uninvestability," ujarnya kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Menurut dia saham-saham ini terbang tinggi dengan valuasi selangit dilihat dari rasio Price to Earnings (PER) atau EV to EBITDA yang sama sekali tidak masuk akal jika dibandingkan dengan fundamental kinerjanya.

MSCI merasa dikelabui oleh data free float (saham publik) yang terlihat besar di atas kertas, namun secara de facto dikendalikan oleh segelintir kelompok yang saling terafiliasi.

Sadar bahwa integritas bursa sedang dipertaruhkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah kepemimpinan Pejabat Sementara (Pjs) Friderica Widyasari Dewi, langsung tancap gas. Mereka meluncurkan delapan rencana aksi reformasi integritas yang dikelompokkan ke dalam empat pilar utama:

1. Pilar Likuiditas (Operasi Free Float) OJK menaikkan batas minimum free float menjadi 15% dari sebelumnya hanya 7,5%. Ini adalah upaya paksa untuk memastikan saham di pasar benar-benar cair dan dimiliki publik, bukan sekadar "parkir" di tangan pengendali.

2. Pilar Transparansi (Membongkar Topeng Pemilik) Ini adalah poin yang paling ditunggu pasar. Mulai Februari 2026, BEI dan KSEI akan membongkar data kepemilikan saham hingga ke porsi di bawah 5%.

"Dulu data hanya dibuka untuk kepemilikan di atas 5%. Sekarang, OJK akan mengubah aturan agar data pemilik hingga 1% bisa diakses publik," tegas Dirut KSEI Samsul Hidayat.

Langkah ini bertujuan mengungkap siapa sebenarnya Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau pemilik manfaat akhir yang selama ini bersembunyi di balik nama-nama nomine.

3. Pilar Tata Kelola & Penegakan Hukum BEI akan segera menjalankan proses demutualisasi sesuai mandat UU P2SK. Tujuannya jelas: memisahkan fungsi komersial bursa dengan fungsi pengawasan agar tidak ada benturan kepentingan. Selain itu, penegakan sanksi terhadap manipulasi pasar akan dilakukan lebih agresif. Tak main-main, penyusun laporan keuangan emiten kini wajib menyandang gelar Certified Accountant (CA) untuk menjamin akurasi data finansial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Pertemuan MSCI dan OJK Hari Ini, Ada Sinyal Positif untuk IHSG

5 Fakta Pertemuan MSCI dan OJK Hari Ini, Ada Sinyal Positif untuk IHSG

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 17:41 WIB

Di Tengah Gejolak IHSG, Saham Fundamental Justru Mulai Dilirik

Di Tengah Gejolak IHSG, Saham Fundamental Justru Mulai Dilirik

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 17:39 WIB

IHSG Ambles di Bawah Level 8.000, 753 Saham Anjlok

IHSG Ambles di Bawah Level 8.000, 753 Saham Anjlok

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 17:18 WIB

Terkini

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:55 WIB

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:51 WIB

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:15 WIB

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:09 WIB