Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:53 WIB
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, proses perundingan telah berakhir dan saat ini masuk tahap akhir legal drafting yang hampir sepenuhnya selesai. Foto Fakhri-Suara.com
Baca 10 detik
  • Perundingan tarif resiprokal RI-AS rampung, kini tahap akhir legal drafting.
  • Dokumen menunggu tanda tangan Presiden Prabowo; jadwal belum dipastikan.
  • Kesepakatan akan dilaporkan ke DPR dan melalui prosedur ketatanegaraan.

Suara.com - Pemerintah menyebut perundingan internasional terkait kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat yang dibuat Presiden Donald Trump telah rampung. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan dokumen tersebut akan ditandatangani oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, proses perundingan telah berakhir dan saat ini masuk tahap akhir legal drafting yang hampir sepenuhnya selesai.

"Semua perundingan sudah selesai, legal drafting 90 persen, kita menunggu jadwal. Kita boleh tunggu ditandatangan, karena yang menandatangan akan pemimpin negara, jadi kita tidak boleh di situ," ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menegaskan, pemerintah Indonesia tidak lagi berada pada tahap pembahasan teknis. Seluruh poin kesepakatan telah disepakati, sementara proses selanjutnya berada di level kepala negara.

Terkait mekanisme pengesahan, Airlangga menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut tetap harus melalui prosedur ketatanegaraan masing-masing negara. Di Amerika Serikat, kebijakan tarif akan dituangkan dalam bentuk executive order.

"Nanti executive order bagi Amerika juga dilaporkan ke Kongres, bagi Indonesia kita juga sampaikan ke DPR," kata Airlangga.

Ia menambahkan, proses tersebut menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan yang wajib dijalankan meski perundingan substansi telah selesai. Pemerintah Indonesia, kata dia, akan mengikuti seluruh mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian waktu penandatanganan dokumen tarif resiprokal oleh Presiden Prabowo Subianto. Airlangga tidak merinci alasan belum ditetapkannya jadwal tersebut.

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo menyampaikan KBRI Washington telah memfasilitasi pembahasan teknis perjanjian tersebut sejak sepekan terakhir. Kedutaan juga bersiap menunggu arahan lanjutan dari Jakarta.

Baca Juga: Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini

“Kami dari KBRI Washington menunggu instruksi dari Jakarta untuk persiapan kunjungan Bapak Presiden ke Washington DC dalam rangka acara penerbanganan antara Presiden Trump dan Presiden Prabowo Subianto berkaitan dengan Reciprocal Trade Agreement ini,” pungkas Indroyono.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah mencapai kesepakatan dagang bersejarah secara langsung dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Kesepakatan ini menetapkan tarif impor baru sebesar 19 persen untuk semua produk Indonesia yang memasuki pasar AS, sekaligus mengunci komitmen pembelian besar-besaran oleh Jakarta yang akan menguntungkan industri energi, pertanian, dan aviasi Amerika.

Pengumuman yang disampaikan melalui platform media sosial Truth Social pada Rabu tersebut mengakhiri periode ketidakpastian yang menegangkan dalam hubungan dagang kedua negara.

“Indonesia akan membayar tarif 19 persen kepada Amerika Serikat untuk semua barang impor dari mereka ke negara kita,” tulis Trump.

Kini, hasil akhir dari perundingan alot itu terungkap, dan di dalamnya terdapat harga yang harus dibayar Indonesia untuk mendapatkan keringanan tarif.

Trump memaparkan serangkaian komitmen fantastis dari Jakarta.

Pertama, Indonesia berjanji untuk menghilangkan semua hambatan, baik tarif maupun non-tarif, yang selama ini menyulitkan produk-produk AS untuk masuk ke pasar domestik. Kedua, dan yang paling signifikan secara nilai, adalah komitmen pembelian dalam skala masif.

Trump merinci kesepakatan tersebut mencakup kewajiban Indonesia untuk membeli energi dari AS senilai 15 miliar dolar AS dan produk agrikultur senilai 4,5 miliar dolar AS.

Angka ini setara dengan ratusan triliun rupiah, sebuah suntikan dana raksasa bagi para produsen Amerika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI