Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Brent Tembus 67 Dolar AS

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:24 WIB
AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Brent Tembus 67 Dolar AS
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]
  • Harga minyak dunia naik pada Rabu, 4 Februari 2026 dipicu ketegangan AS-Iran pasca penembakan drone dan kapal Iran.
  • Minyak Brent dan WTI mengalami kenaikan signifikan; Brent mencapai $67,98 dan WTI $63,90 per barel.
  • Faktor lain pendukung harga termasuk penurunan tajam stok minyak mentah AS dan kekhawatiran sanksi minyak Rusia.

Suara.com - Harga minyak dunia melanjutkan tren kenaikan pada Rabu, 4 Februari 2026. Hal itu dipicu ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran.

Dilaporkan, AS telah menembak drone dan kapal bersenjata Iran di Selat Hormuz yang menimbulkan kekhawatiran akan peningkatan ketegangan antara Washington dan Teheran.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka naik 65 sen, atau 1,0 persen, menjadi 67,98 dolar AS per barel pada pukul 01.11 GMT atau 08.11 WIB.

Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 69 sen, atau 1,1 persen menjadi 63,90 dolar AS per barel.

Tercatat, kedua indeks acuan tersebut naik hampir 2 persen pada hari Selasa.

Militer AS pada hari Selasa menembak jatuh drone Iran yang mendekat secara "agresif" ke kapal induk Abraham Lincoln di Laut Arab, demikian pernyataan militer AS dalam insiden yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters.

Secara terpisah, di Selat Hormuz, sekelompok kapal bersenjata Iran mendekati tanker berbendera AS di utara Oman, menurut sumber maritim dan konsultan keamanan.

Ilustrasi kapal tanker minyak. [Pixabay]
Ilustrasi kapal tanker minyak. [Pixabay]

Sementara itu, Teheran menuntut agar pembicaraan dengan AS minggu ini diadakan di Oman, bukan Turki, serta cakupannya dipersempit hanya pada negosiasi nuklir bilateral.

Hal ini menimbulkan keraguan apakah pertemuan akan berjalan sesuai rencana. Satoru Yoshida, analis komoditas dari Rakuten Securities, menyatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah ini menyokong kenaikan harga minyak.

"Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memberikan dukungan kepada pasar minyak," kata Satoru Yoshida.

Negara anggota OPEC seperti Arab Saudi, Iran, UEA, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentahnya melalui Selat Hormuz, terutama ke Asia. Berdasarkan data EIA, Iran adalah produsen minyak terbesar ketiga di OPEC pada tahun 2025.

Harga minyak juga didorong oleh data industri yang menunjukkan penurunan tajam stok minyak mentah AS sebesar 11 juta barel pekan lalu menurut angka API.

Data resmi EIA dijadwalkan rilis Rabu pukul 10.30 EST, dimana sebelumnya analis memperkirakan adanya kenaikan stok.

Selain itu, kesepakatan dagang AS-India dan serangan Rusia ke Ukraina yang terus berlanjut menambah kekhawatiran akan sanksi minyak Rusia yang berkepanjangan, mendukung harga WTI tetap di kisaran 65 dolar AS per barel.

"Perjanjian perdagangan India dengan AS untuk menghentikan pembelian minyak mentah Rusia, bersamaan dengan perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung, juga memberikan dukungan," kata Yoshida, memperkirakan bahwa WTI kemungkinan akan terus diperdagangkan sekitar 65 dolar AS per barel untuk saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dihantui Ancaman 'Perang', Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan

Dihantui Ancaman 'Perang', Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 11:15 WIB

Investor RI Kini Bisa Short Option Saham AS

Investor RI Kini Bisa Short Option Saham AS

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 16:21 WIB

Pasar Khawatir Aksi Militer AS ke Iran, Harga Minyak Kembali Menguat

Pasar Khawatir Aksi Militer AS ke Iran, Harga Minyak Kembali Menguat

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:54 WIB

Tensi Greenland Mereda, Harga Minyak Dunia Menguat Tipis

Tensi Greenland Mereda, Harga Minyak Dunia Menguat Tipis

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 11:37 WIB

Stok Minyak AS Diprediksi Naik, Harga Brent dan WTI Terkoreksi

Stok Minyak AS Diprediksi Naik, Harga Brent dan WTI Terkoreksi

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 11:23 WIB

Ekonomi China Tumbuh Positif, Harga Minyak Dunia Menguat

Ekonomi China Tumbuh Positif, Harga Minyak Dunia Menguat

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 12:17 WIB

Terkini

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:32 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas dengan standar HSSE Ketat

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas dengan standar HSSE Ketat

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:27 WIB

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:09 WIB

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:57 WIB

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:39 WIB

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:23 WIB

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB

Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107

Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 13:58 WIB