Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Efek Venezuela dan Sentimen OPEC+, Harga Minyak Melemah ke Level 69 Dolar AS

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 30 Januari 2026 | 11:51 WIB
Efek Venezuela dan Sentimen OPEC+, Harga Minyak Melemah ke Level 69 Dolar AS
Ilustrasi Donald Trump tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Suara.com)
  • Harga minyak dunia melemah pada Jumat, 30 Januari 2026, akibat pelonggaran sanksi energi Venezuela oleh Presiden Trump.
  • Minyak Brent dan WTI turun signifikan meskipun pekan ini diprediksi naik karena ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan.
  • Pelaku pasar menantikan hasil pertemuan OPEC+ akhir pekan yang diperkirakan tidak mengubah tingkat produksi minyak saat ini.

Suara.com - Harga minyak dunia melemah pada sesi perdagangan Asia, Jumat 30 Januari 2026, setelah Presiden AS Donald Trump melonggarkan sejumlah sanksi terhadap industri energi Venezuela.

Langkah ini membuka peluang bagi kembalinya sebagian pasokan minyak dari negara Amerika Selatan tersebut ke pasar global.

Meski demikian, pergerakan harga masih dibayangi oleh ketegangan militer antara AS dan Iran serta penantian pelaku pasar terhadap hasil pertemuan penting OPEC+ akhir pekan nanti.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak Brent untuk pengiriman Maret turun 1,5 persen menjadi 69,66 dolar AS per barel. Sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate turun 1,6 persen menjadi 64,36 dolar AS per barel pada pukul 02:43 GMT atau 09:43 WIB.

Meskipun sempat terkoreksi dari level tertingginya dalam enam bulan terakhir, harga minyak diprediksi tetap mencatatkan kenaikan antara 12 persen hingga 16 persen pekan ini.

Hal tersebut didorong oleh spekulasi pasar bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta badai salju ekstrem di Amerika Serikat akan mengganggu pasokan global.

Selain itu, gangguan produksi besar-besaran di Kazakhstan turut menjadi pendorong kenaikan harga minyak mentah.

Pemerintahan Trump pada hari Kamis resmi mencabut pembatasan transaksi terhadap perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA.

Ilustrasi harga minya. [Shutterstock]
Ilustrasi harga minya. [Shutterstock]

Kebijakan ini memungkinkan entitas Amerika Serikat untuk melakukan penjualan serta transportasi minyak dari negara tersebut.

Langkah ini tampaknya dirancang untuk memperkuat kepercayaan pelaku usaha AS agar mau berinvestasi kembali di Venezuela, sebuah skenario yang terus didorong oleh Trump sejak Washington mengambil alih kontrol industri energi negara itu pada awal Januari.

Meski demikian, pengumuman tersebut belum memuat klausul yang mencabut sanksi terhadap kegiatan produksi minyak secara langsung.

Sebelumnya, pengambilalihan industri minyak Venezuela oleh AS sempat memicu kekhawatiran bahwa pasokan global akan melonjak tajam seiring dicabutnya sanksi Amerika.

Namun, sejumlah analis berpendapat bahwa peningkatan produksi di Venezuela tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Hal ini disebabkan oleh infrastruktur energi yang sudah menua serta tingginya ketidakpastian politik setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pihak AS.

Sementara itu,OPEC+ dijadwalkan menggelar pertemuan pada hari Minggu ini, di mana sejumlah laporan terbaru mengindikasikan bahwa kartel minyak tersebut kemungkinan besar tidak akan mengubah tingkat produksinya.

Sebelumnya, langkah OPEC+ yang meningkatkan produksi sebesar 2,9 juta barel per hari sepanjang tahun 2025 sempat menekan harga minyak dunia.

Namun, sejak Januari, aliansi ini mulai menghentikan kenaikan produksi bulanan akibat kekhawatiran atas melimpahnya pasokan (supply glut) serta melemahnya permintaan global.

Meskipun demikian, dalam laporan pasar bulanan yang dirilis awal Januari lalu, OPEC+ memproyeksikan adanya perbaikan permintaan minyak pada tahun 2026 dan 2027, sekaligus menepis kekhawatiran terkait kelebihan pasokan di pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketegangan Iran Picu Kenaikan Harga Minyak, Brent Tembus 64 Dolar AS per Barel

Ketegangan Iran Picu Kenaikan Harga Minyak, Brent Tembus 64 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:15 WIB

Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela

Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 11:07 WIB

Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan

Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 12:54 WIB

OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI

OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:46 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Stok AS Merosot di Tengah Ambisi Trump Kuasai Minyak Venezuela

Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Stok AS Merosot di Tengah Ambisi Trump Kuasai Minyak Venezuela

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 10:30 WIB

Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global

Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 11:09 WIB

Terkini

IHSG Sesi I Merosot 1,06% ke Level 6.154, Saham Sektor Infrastruktur Jadi Biang Kerok

IHSG Sesi I Merosot 1,06% ke Level 6.154, Saham Sektor Infrastruktur Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:12 WIB

Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!

Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:30 WIB

Besok Diumumkan, MSCI Ancam Turunkan Status RI? Dana Asing Rp230 T Bakal Kabur?

Besok Diumumkan, MSCI Ancam Turunkan Status RI? Dana Asing Rp230 T Bakal Kabur?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:16 WIB

Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih

Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:02 WIB

Operasional 2 Perusahan Ini Disetop Diduga Tawarkan Jasa Penipuan Pinjol

Operasional 2 Perusahan Ini Disetop Diduga Tawarkan Jasa Penipuan Pinjol

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:40 WIB

Dunia Kerja Berubah! Ini 5 Kompetensi yang Dicari Perusahaan di Era AI

Dunia Kerja Berubah! Ini 5 Kompetensi yang Dicari Perusahaan di Era AI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:38 WIB

Purbaya Kantongi Utang Rp 302,8 T dari China, Biayai Proyek Pemerintah hingga 2029

Purbaya Kantongi Utang Rp 302,8 T dari China, Biayai Proyek Pemerintah hingga 2029

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:19 WIB

APWNU Gandeng Investor, Siapkan Sejumlah Program Ekonomi Baru

APWNU Gandeng Investor, Siapkan Sejumlah Program Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:18 WIB

Transformasi Berbuah Manis, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun untuk Negara pada 2025

Transformasi Berbuah Manis, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun untuk Negara pada 2025

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:03 WIB

Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat

Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:57 WIB