Stok Minyak AS Diprediksi Naik, Harga Brent dan WTI Terkoreksi

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 21 Januari 2026 | 11:23 WIB
Stok Minyak AS Diprediksi Naik, Harga Brent dan WTI Terkoreksi
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah Brent dan WTI turun pada Rabu 21 Januari dipicu proyeksi kenaikan stok minyak mentah Amerika Serikat.
  • Sentimen negatif stok minyak AS melampaui dampak penghentian produksi Kazakhstan dan ancaman tarif geopolitik AS.
  • Ancaman tarif AS terkait Greenland dan ketegangan AS-Iran berpotensi memperparah tekanan pasar minyak mentah global.

Suara.com - Harga minyak mengalami penurunan pada perdagangan Rabu 21 Januari akibat proyeksi kenaikan stok minyak mentah Amerika Serikat.

Sentimen negatif ini melampaui dampak dari penghentian sementara produksi di dua lapangan minyak besar di Kazakhstan, serta tekanan geopolitik yang dipicu oleh ancaman tarif AS terkait upaya pengendalian wilayah Greenland.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka turun 79 sen, atau 1,22 persen, menjadi 64,13 dolar AS per barel pada pukul 02.01 GMT atau 09.01 WIB. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 64 sen, atau 1,06 persen, menjadi 59,72 dolar AS per barel.

Pada sesi sebelumnya, kedua harga minyak tersebut ditutup menguat hampir 1 dolar AS per barel atau naik 1,5 persen.

Kenaikan ini dipicu oleh penghentian produksi di ladang minyak Tengiz dan Korolev milik Kazakhstan (anggota OPEC+) sejak Minggu akibat gangguan distribusi listrik. Selain itu, data ekonomi China yang kuat turut memberikan sentimen positif bagi pasar.

Berdasarkan keterangan tiga sumber industri kepada Reuters, penghentian produksi di kedua ladang minyak tersebut diperkirakan akan berlangsung selama tujuh hingga sepuluh hari ke depan.

Analis pasar IG, Tony Sycamore, menyatakan pada hari Rabu meskipun penghentian produksi di Tengiz, salah satu ladang minyak terbesar di dunia, dan Korolev bersifat sementara, tekanan harga tetap ada.

Hal ini disebabkan oleh proyeksi kenaikan stok minyak mentah AS serta ketegangan geopolitik yang terus berlanjut.

Ilustrasi Greenland dan Presiden Donald Trump
Ilustrasi Greenland dan Presiden Donald Trump

Tekanan pasar semakin diperparah oleh ancaman tarif baru Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara Eropa jika kesepakatan pengalihan kontrol atas Greenland tidak tercapai.

baca juga

Tarif tersebut berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Pada hari Selasa, Trump menegaskan bahwa targetnya untuk menguasai Greenland adalah harga mati dan "tidak ada jalan mundur."

Berdasarkan jajak pendapat awal Reuters pada Selasa, stok minyak mentah dan bensin Amerika Serikat diperkirakan meningkat pekan lalu, sementara persediaan produk distilat diprediksi menurun.

Enam analis yang disurvei memperkirakan stok minyak mentah naik rata-rata sekitar 1,7 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 16 Januari.

Laporan mingguan dari American Petroleum Institute (API) dijadwalkan rilis pada Rabu, diikuti data resmi dari Energy Information Administration (EIA) pada Kamis.

Kedua laporan ini mundur satu hari dari jadwal biasanya karena libur federal AS pada Senin lalu.

Meskipun pertumbuhan stok tersebut memberikan sentimen negatif bagi harga minyak, Gregory Brew, analis senior dari Eurasia Group, menilai potensi kembalinya ketegangan antara AS dan Iran dapat mengerek harga.

Sebelumnya, Presiden Trump mengancam akan menyerang Iran menyusul tindakan keras otoritas setempat terhadap aksi protes anti-pemerintah awal bulan ini.

Menanggapi hal tersebut, Komisi Keamanan Nasional Iran menyatakan bahwa setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akan memicu deklarasi jihad atau perang suci.

"Meskipun AS menahan diri untuk tidak langsung menyerang Iran, ketegangan kemungkinan akan tetap tinggi karena aset militer AS tambahan dipindahkan ke Timur Tengah dan diplomasi untuk meredakan ketegangan gagal menunjukkan kemajuan," kata Brew dalam sebuah catatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Berulah! AS Blokade Tanker Venezuela, Harga Minyak Mentah Meroket Tajam

Trump Berulah! AS Blokade Tanker Venezuela, Harga Minyak Mentah Meroket Tajam

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 12:15 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi USD 62,63 di November, BBM Gimana?

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi USD 62,63 di November, BBM Gimana?

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 15:55 WIB

Imbas Blokade Tanker Venezuela oleh AS, Harga Minyak Brent dan WTI Melonjak

Imbas Blokade Tanker Venezuela oleh AS, Harga Minyak Brent dan WTI Melonjak

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 10:47 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, di Tengah Menguatnya Perdamaian Rusia-Ukraina

Harga Minyak Dunia Turun, di Tengah Menguatnya Perdamaian Rusia-Ukraina

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 11:09 WIB

Harga Minyak Menguat Lagi: AS Bersiap Tambah Pencegatan Kapal Tanker Venezuela

Harga Minyak Menguat Lagi: AS Bersiap Tambah Pencegatan Kapal Tanker Venezuela

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 12:09 WIB

Harga Minyak Melonjak: AS Sita Kapal Tanker di Lepas Pantai Venezuela

Harga Minyak Melonjak: AS Sita Kapal Tanker di Lepas Pantai Venezuela

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 11:15 WIB

Terkini

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×