- BPI Danantara akan menyuntik dana di pasar modal dengan membeli saham berdasarkan kriteria fundamental dan valuasi yang ketat.
- Strategi investasi Danantara mencakup alokasi aset jangka panjang di pasar publik dan privat untuk mendukung penciptaan lapangan kerja.
- Keputusan pembelian saham bergantung pada potensi pasar, arus kas, fundamental baik, dan valuasi pasar yang dinamis di Indonesia.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), akan selalu menyuntik dana di pasar modal RI dengan membeli saham-saham. Namun, tidak sembarangan, saham yang dibeli harus memenuhi kriteria fundamental dan valuasi yang ditetapkan oleh Danantara.
Chief Investment Officer (CIO) BP Danantara Pandu Sjahrir mengatakan pembelian saham merupakan bagian dari strategi alokasi aset jangka panjang lembaganya.
"Danantara kan kita akan selalu beli, bagian dari pembelian saham itu hanya bagian dari strategic asset allocation," ujar Pandu saat ditemui usai acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
![Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/09/85303-bpi-danantara.jpg)
Pandu menjelaskan, Danantara tidak hanya fokus pada pasar modal, tetapi juga akan menempatkan investasi di berbagai aset.
"Itu kan banyak aset. Kita bakal invest public market, private market," ujarnya.
Menurut dia, strategi investasi Danantara juga diarahkan untuk mendukung penciptaan lapangan kerja dan pengembangan industri baru di dalam negeri.
"Karena kita jangan lupa juga, kita harus investasi untuk pembentukan tenaga kerja, pembentukan lapangan kerja, juga pembentukan industri-industri baru," beber Pandu.
Saat ditanya apakah pembelian saham Danantara akan difokuskan pada saham-saham BUMN, Pandu menepis anggapan tersebut. Ia menegaskan seluruh saham berpeluang masuk radar investasi selama memenuhi kriteria yang ditetapkan.
"Nggak juga, semua saham kita akan liatin. Yang penting yang tadi mengikuti karakter-karakter tersebut," kata Mantan Bos Emiten TOBA ini.
Baca Juga: Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru
Pandu merinci, Danantara akan mempertimbangkan sejumlah faktor utama sebelum membeli saham di Bursa Efek Indonesia.
"Suatu perusahaan sektor di mana mempunyai market potential yang sangat bagus, cash flow yang baik, fundamental yang baik, likuiditas di pasar yang baik," ucapnya.
Selain itu, aspek valuasi menjadi pertimbangan penting dalam keputusan investasi. Ia menyebut strategi investasi Danantara bersifat dinamis mengikuti kondisi pasar.
"Kalau sahamnya mahal, kita jual. Kalau sahamnya murah, kita beli," bebernya.
Pandu menambahkan, investasi Danantara di pasar modal juga ditujukan untuk memperkuat ekosistem pasar keuangan nasional. "Kalau di pasar modal itu bagiannya juga untuk penguatan pasar modal Indonesia," pungkasnya.