Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung

M Nurhadi

Kamis, 05 Februari 2026 | 06:38 WIB
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
Ilustrasi batu bara di Berau. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Pemerintah ESDM menetapkan target produksi batu bara nasional 2026 menjadi 600 juta ton, turun 24% dari realisasi 2025.
  • Tiga emiten besar: AADI, BUMI, dan INDY, dilaporkan lolos dari pemotongan kuota produksi sesuai pengajuan mereka.
  • Pengetatan suplai batu bara berpotensi memicu efisiensi ekstrem, bahkan PHK pada perusahaan tambang kecil menengah.

"Ini merupakan sinyal pengetatan dari sisi suplai, bukan indikasi melemahnya permintaan pasar," tulis analis BRIDS dalam ulasan terbarunya.

Pengetatan ini mengubah peta persaingan di sektor pertambangan. Berikut adalah beberapa poin utama yang disoroti oleh BRIDS:

Seleksi Kuota: Banyak emiten mengajukan target produksi yang agresif, namun pemerintah hanya menyetujui angka yang jauh lebih rendah. Hal ini berisiko memperlambat pertumbuhan pendapatan bagi emiten yang sangat bergantung pada besarnya volume produksi.

Kenaikan Harga Komoditas: Ekspektasi pengetatan suplai ini telah memicu kenaikan harga batu bara global (ICE Newcastle) sebesar kurang lebih 5% ke level US$ 117/ton, atau menguat 11% sepanjang tahun berjalan (year to date).

Perubahan Strategi: Fokus industri kini bergeser. "Permainan berubah dari sekadar mengejar volume menjadi siapa yang tetap memiliki kuota besar saat harga melambung," ungkap BRI Danareksa Sekuritas.

Meski volume produksi secara nasional menyusut, BRIDS melihat adanya peluang keuntungan bagi sejumlah perusahaan. Emiten yang memiliki "zona aman" atau kuota produksi yang relatif tidak dipangkas signifikan berpotensi meraih keuntungan besar.

Dampak Industri: Dari Efisiensi hingga PHK

Bocoran mengenai pemotongan kuota RKAB sebesar 26% di media sosial dan forum profesional seperti LinkedIn telah memicu kekhawatiran massal di industri pertambangan.

Banyak produsen mulai menghitung ulang kewajiban mereka kepada lembaga keuangan, pemodal, hingga perusahaan leasing.

baca juga

Tekanan ini diprediksi akan memaksa perusahaan tambang menengah-kecil untuk melakukan langkah efisiensi ekstrem, termasuk pengurangan volume pekerjaan kontraktor tambang hingga potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masif.

Di sisi lain, pasar global memantau ketat kebijakan Indonesia.

Mengingat kontribusi Indonesia mencapai 514 juta ton dari total perdagangan dunia yang sebesar 1,3 miliar ton, pengurangan produksi ini secara teori akan memperketat suplai global dan memberikan tekanan naik pada harga batu bara di tengah perlambatan permintaan dari China dan India.


DISCLAIMER: Informasi mengenai kuota RKAB 2026 ini didasarkan pada laporan media internasional dan data pasar terkini per Februari 2026. Keputusan resmi mengenai besaran produksi tetap berada pada otoritas Kementerian ESDM. Investasi pada saham komoditas memiliki risiko volatilitas tinggi; investor disarankan melakukan analisis fundamental secara mandiri sebelum mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham BUMI Terkoreksi Tajam Usai Lonjakan Signifikan, Ini Kata Analis

Saham BUMI Terkoreksi Tajam Usai Lonjakan Signifikan, Ini Kata Analis

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 11:50 WIB

Profil PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan Pemilik Sahamnya

Profil PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan Pemilik Sahamnya

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 06:26 WIB

KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024

KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 21:15 WIB

Citigroup: Pemangkasan Batu Bara Ancam Operasional Tambang dan Risiko Denda Kontrak

Citigroup: Pemangkasan Batu Bara Ancam Operasional Tambang dan Risiko Denda Kontrak

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 13:38 WIB

KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung

KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:15 WIB

KPK Endus Perintah Petinggi Maktour Travel untuk Hancurkan Barang Bukti Kasus Haji

KPK Endus Perintah Petinggi Maktour Travel untuk Hancurkan Barang Bukti Kasus Haji

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 21:20 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB