Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 06:38 WIB
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
Ilustrasi batu bara di Berau. [Istimewa]
  • Pemerintah ESDM menetapkan target produksi batu bara nasional 2026 menjadi 600 juta ton, turun 24% dari realisasi 2025.
  • Tiga emiten besar: AADI, BUMI, dan INDY, dilaporkan lolos dari pemotongan kuota produksi sesuai pengajuan mereka.
  • Pengetatan suplai batu bara berpotensi memicu efisiensi ekstrem, bahkan PHK pada perusahaan tambang kecil menengah.

Suara.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah berani dengan mengetatkan suplai batu bara nasional untuk tahun 2026.

Pemerintah menyepakati penurunan target produksi nasional menjadi sekitar 600 juta ton, seperti yang dikutip dari laporan Bloomberg.

Jumlah ini merosot signifikan sekitar 24% atau hampir 200 juta ton dibandingkan realisasi produksi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk menyelaraskan dengan kebutuhan industri serta sebagai upaya strategis menstabilkan harga komoditas di pasar global.

Langkah ini juga menandai kembalinya sistem persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahunan, menghapus skema tiga tahunan yang sempat berlaku sebelumnya.

AADI, BUMI dan INDY di "Zona Aman"

Di tengah kabar pemangkasan massal yang menghantui para pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), tiga emiten besar dikabarkan berhasil lolos dari "pedang" pemotongan kuota.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Indika Energy Tbk (INDY) dilaporkan mendapatkan persetujuan kuota penuh sesuai pengajuan mereka.

Total kuota untuk ketiga raksasa ini diperkirakan mencapai 170 juta ton. Kondisi ini menempatkan ketiganya pada posisi yang sangat menguntungkan secara kompetitif.

Saat produsen lain harus mengerem produksi, mereka tetap dapat beroperasi normal dan berpeluang menikmati ekspansi margin jika harga batu bara terkerek naik akibat kelangkaan suplai global.

Meskipun secara nasional terjadi pengetatan, detail operasional ketiga emiten ini menunjukkan ketahanan yang solid:

PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Aset utama BUMI tetap kokoh. Kaltim Prima Coal (KPC) diproyeksikan memproduksi sekitar 54 juta ton, sementara Arutmin Indonesia menyumbang sekitar 20 juta ton. Keduanya dilaporkan tidak terkena pengurangan kuota oleh pemerintah.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Produksi grup secara agregat diperkirakan tetap stabil di kisaran 65 juta ton. Meski salah satu anak usaha kecil mengalami pemangkasan 50% menjadi 5,2 juta ton, tambang utama Adaro dengan kapasitas 60 juta ton tetap menjadi tulang punggung yang tidak terganggu.

PT Indika Energy Tbk (INDY): Emiten ini juga masuk dalam kelompok yang terhindar dari pemangkasan signifikan, menjaga kapasitas suplainya tetap sesuai rencana kerja awal.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai bahwa kebijakan pemerintah memangkas kuota produksi dalam RKAB 2026 merupakan langkah strategis untuk mengatasi kondisi oversupply di pasar internasional. Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga komoditas global sekaligus mendorong praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham BUMI Terkoreksi Tajam Usai Lonjakan Signifikan, Ini Kata Analis

Saham BUMI Terkoreksi Tajam Usai Lonjakan Signifikan, Ini Kata Analis

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 11:50 WIB

Profil PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan Pemilik Sahamnya

Profil PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan Pemilik Sahamnya

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 06:26 WIB

KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024

KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 21:15 WIB

Citigroup: Pemangkasan Batu Bara Ancam Operasional Tambang dan Risiko Denda Kontrak

Citigroup: Pemangkasan Batu Bara Ancam Operasional Tambang dan Risiko Denda Kontrak

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 13:38 WIB

KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung

KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:15 WIB

KPK Endus Perintah Petinggi Maktour Travel untuk Hancurkan Barang Bukti Kasus Haji

KPK Endus Perintah Petinggi Maktour Travel untuk Hancurkan Barang Bukti Kasus Haji

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 21:20 WIB

Terkini

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:10 WIB

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:09 WIB

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:59 WIB

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:58 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:14 WIB

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:02 WIB