3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung

M Nurhadi

Kamis, 05 Februari 2026 | 06:38 WIB
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
Ilustrasi batu bara di Berau. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Pemerintah ESDM menetapkan target produksi batu bara nasional 2026 menjadi 600 juta ton, turun 24% dari realisasi 2025.
  • Tiga emiten besar: AADI, BUMI, dan INDY, dilaporkan lolos dari pemotongan kuota produksi sesuai pengajuan mereka.
  • Pengetatan suplai batu bara berpotensi memicu efisiensi ekstrem, bahkan PHK pada perusahaan tambang kecil menengah.

Suara.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah berani dengan mengetatkan suplai batu bara nasional untuk tahun 2026.

Pemerintah menyepakati penurunan target produksi nasional menjadi sekitar 600 juta ton, seperti yang dikutip dari laporan Bloomberg.

Jumlah ini merosot signifikan sekitar 24% atau hampir 200 juta ton dibandingkan realisasi produksi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk menyelaraskan dengan kebutuhan industri serta sebagai upaya strategis menstabilkan harga komoditas di pasar global.

Langkah ini juga menandai kembalinya sistem persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahunan, menghapus skema tiga tahunan yang sempat berlaku sebelumnya.

AADI, BUMI dan INDY di "Zona Aman"

Di tengah kabar pemangkasan massal yang menghantui para pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), tiga emiten besar dikabarkan berhasil lolos dari "pedang" pemotongan kuota.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Indika Energy Tbk (INDY) dilaporkan mendapatkan persetujuan kuota penuh sesuai pengajuan mereka.

Total kuota untuk ketiga raksasa ini diperkirakan mencapai 170 juta ton. Kondisi ini menempatkan ketiganya pada posisi yang sangat menguntungkan secara kompetitif.

baca juga

Saat produsen lain harus mengerem produksi, mereka tetap dapat beroperasi normal dan berpeluang menikmati ekspansi margin jika harga batu bara terkerek naik akibat kelangkaan suplai global.

Meskipun secara nasional terjadi pengetatan, detail operasional ketiga emiten ini menunjukkan ketahanan yang solid:

PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Aset utama BUMI tetap kokoh. Kaltim Prima Coal (KPC) diproyeksikan memproduksi sekitar 54 juta ton, sementara Arutmin Indonesia menyumbang sekitar 20 juta ton. Keduanya dilaporkan tidak terkena pengurangan kuota oleh pemerintah.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Produksi grup secara agregat diperkirakan tetap stabil di kisaran 65 juta ton. Meski salah satu anak usaha kecil mengalami pemangkasan 50% menjadi 5,2 juta ton, tambang utama Adaro dengan kapasitas 60 juta ton tetap menjadi tulang punggung yang tidak terganggu.

PT Indika Energy Tbk (INDY): Emiten ini juga masuk dalam kelompok yang terhindar dari pemangkasan signifikan, menjaga kapasitas suplainya tetap sesuai rencana kerja awal.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai bahwa kebijakan pemerintah memangkas kuota produksi dalam RKAB 2026 merupakan langkah strategis untuk mengatasi kondisi oversupply di pasar internasional. Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga komoditas global sekaligus mendorong praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham BUMI Terkoreksi Tajam Usai Lonjakan Signifikan, Ini Kata Analis

Saham BUMI Terkoreksi Tajam Usai Lonjakan Signifikan, Ini Kata Analis

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 11:50 WIB

Profil PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan Pemilik Sahamnya

Profil PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan Pemilik Sahamnya

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 06:26 WIB

KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024

KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 21:15 WIB

Citigroup: Pemangkasan Batu Bara Ancam Operasional Tambang dan Risiko Denda Kontrak

Citigroup: Pemangkasan Batu Bara Ancam Operasional Tambang dan Risiko Denda Kontrak

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 13:38 WIB

KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung

KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:15 WIB

KPK Endus Perintah Petinggi Maktour Travel untuk Hancurkan Barang Bukti Kasus Haji

KPK Endus Perintah Petinggi Maktour Travel untuk Hancurkan Barang Bukti Kasus Haji

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 21:20 WIB

Terkini

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

×