- IHSG menguat tipis 0,3% pada penutupan kemarin, meskipun diwarnai aksi jual bersih asing signifikan mencapai Rp1,42 triliun.
- Kebijakan ESDM memangkas target produksi batu bara menjadi 600 juta ton, menguntungkan emiten seperti AADI, BUMI, dan INDY.
- Bursa global Wall Street melemah karena kejenuhan sektor teknologi AI, sementara bursa Asia-Pasifik mayoritas bergerak menguat.
Sementara itu dari bursa global, Wall Street ditutup bervariasi cenderung melemah akibat kejenuhan pada sektor teknologi. Kekhawatiran bahwa reli saham kecerdasan buatan (AI) telah mencapai puncaknya membuat Nasdaq rontok 1,51%.
AMD & Nvidia: Terkoreksi setelah proyeksi pendapatan AMD mengecewakan pasar.
Alphabet & Palantir: Turut melemah akibat kecemasan investor terhadap efektivitas investasi besar pada teknologi AI dibandingkan pertumbuhan pendapatan riil.
Berbeda dengan AS, mayoritas bursa Asia-Pasifik justru bergerak menguat. Indeks Kospi Korea Selatan melesat 1,57%, disusul penguatan di Australia dan Taiwan.
Namun, raksasa gim Nintendo mencatatkan penurunan tajam hingga 9% di bursa Jepang. Investor mulai mengkhawatirkan kenaikan harga komponen memori yang dapat mengancam margin keuntungan konsol Switch 2 yang akan datang.
DISCLAIMER: Perdagangan saham melibatkan risiko volatilitas tinggi. Analisis ini bersifat informatif berdasarkan data pasar per Kamis, 5 Februari 2026, dan bukan merupakan perintah jual atau beli. Investor diharapkan melakukan analisis mendalam secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul dari transaksi pribadi pembaca.