Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

IHSG Hari Ini: Isu Suplai Batu Bara, 'Saham Gorengan' dan Rekomendasi Saham

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:54 WIB
IHSG Hari Ini: Isu Suplai Batu Bara, 'Saham Gorengan' dan Rekomendasi Saham
Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
  • IHSG menguat tipis 0,3% pada penutupan kemarin, meskipun diwarnai aksi jual bersih asing signifikan mencapai Rp1,42 triliun.
  • Kebijakan ESDM memangkas target produksi batu bara menjadi 600 juta ton, menguntungkan emiten seperti AADI, BUMI, dan INDY.
  • Bursa global Wall Street melemah karena kejenuhan sektor teknologi AI, sementara bursa Asia-Pasifik mayoritas bergerak menguat.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil parkir di zona hijau dengan penguatan tipis 0,3% pada penutupan perdagangan kemarin.

Namun, penguatan ini dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang cukup masif mencapai Rp1,42 triliun.

Beberapa saham blue chip seperti BUMI, ANTM, ASII, TLKM, dan BBNI menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal internasional.

Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak melemah terbatas.

Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menanti rilis data Produk Domestik Bruto (GDP) Indonesia yang dijadwalkan keluar hari ini.

Area Support: 8.030 – 8.120

Area Resisten: 8.200 – 8.230

Rekomendasi Saham: BBRI, TLKM, JPFA, MAPA, BRMS, PGEO, dan WIIM (Mandiri Sekuritas).

Peta Baru Industri Batu Bara: Siapa yang Bertahan?

Kebijakan Kementerian ESDM yang memangkas target produksi batu bara nasional sebesar 24% (menjadi 600 juta ton) menciptakan standar baru di pasar modal.

Menurut analisis BRI Danareksa Sekuritas, strategi investasi kini bergeser kepada emiten yang memiliki keamanan kuota di tengah suplai yang mencekik.

Emiten di "Zona Aman":

  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Milik konglomerat Boy Thohir ini diprediksi tetap stabil dengan output sekitar 65,2 juta ton.
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Grup Bakrie-Salim ini memegang posisi kunci. Produksi KPC dan Arutmin yang tidak terpangkas membuat BUMI berpotensi meraup margin lebih besar saat harga melambung dengan estimasi produksi 74 juta ton.
  • PT Indika Energy Tbk (INDY): Melalui anak usahanya, Kideco, emiten ini aman dengan target 30 juta ton.

Sebaliknya, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) diprediksi akan tertekan akibat pemangkasan kuota drastis hingga 45%, yang menurunkan kapasitas produksinya ke level 3,3 juta ton.

Skandal "Saham Gorengan" dan Sentimen Wall Street

Di sisi regulasi, publik masih menyoroti pemeriksaan terhadap Shinhan Sekuritas terkait dugaan manipulasi harga. Saham-saham seperti PADI, MINA, dan PIPA kini masuk dalam radar pengawasan ketat akibat pola pergerakan yang dinilai tidak wajar.

Sementara itu dari bursa global, Wall Street ditutup bervariasi cenderung melemah akibat kejenuhan pada sektor teknologi. Kekhawatiran bahwa reli saham kecerdasan buatan (AI) telah mencapai puncaknya membuat Nasdaq rontok 1,51%.

AMD & Nvidia: Terkoreksi setelah proyeksi pendapatan AMD mengecewakan pasar.

Alphabet & Palantir: Turut melemah akibat kecemasan investor terhadap efektivitas investasi besar pada teknologi AI dibandingkan pertumbuhan pendapatan riil.

Berbeda dengan AS, mayoritas bursa Asia-Pasifik justru bergerak menguat. Indeks Kospi Korea Selatan melesat 1,57%, disusul penguatan di Australia dan Taiwan.

Namun, raksasa gim Nintendo mencatatkan penurunan tajam hingga 9% di bursa Jepang. Investor mulai mengkhawatirkan kenaikan harga komponen memori yang dapat mengancam margin keuntungan konsol Switch 2 yang akan datang.


DISCLAIMER: Perdagangan saham melibatkan risiko volatilitas tinggi. Analisis ini bersifat informatif berdasarkan data pasar per Kamis, 5 Februari 2026, dan bukan merupakan perintah jual atau beli. Investor diharapkan melakukan analisis mendalam secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul dari transaksi pribadi pembaca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiket Konser Westlife Ludes, Emiten IRSX Ungkap Permintaan Pasar Hiburan Masih Sangat Kuat

Tiket Konser Westlife Ludes, Emiten IRSX Ungkap Permintaan Pasar Hiburan Masih Sangat Kuat

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 08:42 WIB

Apa Itu 'Saham Gorengan'? Ramai Dibahas Imbas Kasus PIPA dan MINA

Apa Itu 'Saham Gorengan'? Ramai Dibahas Imbas Kasus PIPA dan MINA

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 06:53 WIB

3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung

3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 06:38 WIB

IHSG Tertekan, OJK dan BEI Didorong Perbaiki Kepercayaan Pasar

IHSG Tertekan, OJK dan BEI Didorong Perbaiki Kepercayaan Pasar

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:25 WIB

BEI Naikkan Batas Free Float Jadi 15%, 267 Emiten Terancam Delisting Jika Tak Patuh

BEI Naikkan Batas Free Float Jadi 15%, 267 Emiten Terancam Delisting Jika Tak Patuh

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:24 WIB

Skandal PIPA Bikin BEI Memperketat Syarat IPO Saham, Model Bisnis Jadi Sorotan

Skandal PIPA Bikin BEI Memperketat Syarat IPO Saham, Model Bisnis Jadi Sorotan

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:13 WIB

Terkini

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:02 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:24 WIB

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB