Baca 10 detik
- MBG kini menjadi sorotan utama dalam diskursus kebijakan publik di Indonesia.
- Meski memicu berbagai opini, MBG dinilai sebagai intervensi sosial yang fundamental bagi masa depan bangsa.
- MBG tidak harus dihentikan, justru diperlukan di tengah dinamika ekonomi global yang tidak terprediksi.
“Cuma kadang-kadang belum diekspos. Sayur ada 228 jenis. Jadi kita tidak akan kekurangan, Tidak akan ada orang yang mengeluh, waduh ini gara-gara MBG kami kehabisan wortel atau buncis. Tidak akan ada keluhan kalau kita memanfaatkan pangan lokal. Nah, ini yang harus di eksplore lebih jauh lagi,” pungkas dr. Rita.