Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.710.000
IHSG 6.989,426
LQ45 707,762
Srikehati 340,630
JII 476,486
USD/IDR 17.030

Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 07 Februari 2026 | 14:02 WIB
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Ratings, resmi merevisi prospek (outlook) tujuh perusahaan non-keuangan kakap di Indonesia dari Stabil menjadi Negatif. Foto Alvian-Suara.com
  • Moody’s resmi merevisi prospek (outlook) tujuh perusahaan non-keuangan kakap di Indonesia dari Stabil menjadi Negatif. 
  • Langkah ini menjadi "efek domino" setelah Moody’s lebih dulu menyematkan status negatif pada peringkat surat utang (sovereign rating) Pemerintah Indonesia di level Baa2.
  • Moody’s menekankan bahwa revisi ini bukan semata-mata karena kinerja internal perusahaan, melainkan cerminan dari meningkatnya risiko kredibilitas kebijakan di level negara.

Suara.com - Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Ratings, resmi merevisi prospek (outlook) tujuh perusahaan non-keuangan kakap di Indonesia dari Stabil menjadi Negatif.

Langkah ini menjadi "efek domino" setelah Moody’s lebih dulu menyematkan status negatif pada peringkat surat utang (sovereign rating) Pemerintah Indonesia di level Baa2.

Dalam rilis resminya pada Jumat (6/2), Moody’s menekankan bahwa revisi ini bukan semata-mata karena kinerja internal perusahaan, melainkan cerminan dari meningkatnya risiko kredibilitas kebijakan di level negara.

Moody’s menyoroti adanya penurunan kualitas dalam proses pengambilan keputusan pemerintah serta komunikasi publik yang dianggap kurang efektif selama setahun terakhir.

"Jika tren ini berlanjut, kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini menjadi fondasi stabilitas makro dan fiskal bisa terkikis," tulis Moody's.

2. Daftar Perusahaan yang Terdampak

Revisi ini menyasar lima entitas yang terkait erat dengan pemerintah (Government-Related Issuers/GRI) dan dua raksasa sektor swasta. Meskipun outlook berubah menjadi negatif, Moody's masih mempertahankan peringkat utang mereka di level Baa1 dan Baa2 untuk saat ini.

Daftar Korporasi dengan Outlook Negatif:

  • PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Baa1
  • PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Baa1
  • PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Baa2
  • PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) Baa2
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Baa2
  • PT United Tractors Tbk (UT) Baa2

Telkom dan Pertamina Ikut Terseret?

Telkom dan Telkomsel sebenarnya memiliki kualitas kredit mandiri yang sangat kuat, sehingga peringkatnya berada satu tingkat di atas negara (sovereign). Namun, ketergantungan mereka terhadap ekosistem ekonomi domestik membuat Moody's tetap menyematkan outlook negatif.

Sementara bagi Pertamina, PHE, dan MIND ID, posisi mereka sangat sensitif terhadap kemampuan pemerintah dalam memberikan dukungan fiskal jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Moody’s menegaskan tidak ada peluang kenaikan peringkat dalam waktu dekat. Status outlook hanya bisa kembali ke Stabil jika prospek peringkat negara Indonesia membaik dan perusahaan mampu menjaga performa keuangan di tengah ketidakpastian makro.

Sebaliknya, jika peringkat negara benar-benar diturunkan atau dukungan pemerintah melemah, maka ketujuh korporasi di atas terancam mengalami penurunan peringkat utang secara nyata, yang berpotensi meningkatkan biaya pinjaman (cost of fund) mereka di pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 19:27 WIB

KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas

KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:12 WIB

21 Hunian Sementara Jadi Titik Awal Warga Aceh Bangkit Pascabencana

21 Hunian Sementara Jadi Titik Awal Warga Aceh Bangkit Pascabencana

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 16:56 WIB

Terkini

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:06 WIB

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:55 WIB

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:44 WIB

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:43 WIB

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:36 WIB

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:32 WIB

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:03 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:55 WIB