Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Duit Nganggur Rp2.400 Triliun di Bank, OJK: Bisnis Masih Lesu, Butuh Indonesia Incorporated

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 11 Februari 2026 | 16:31 WIB
Duit Nganggur Rp2.400 Triliun di Bank, OJK: Bisnis Masih Lesu, Butuh Indonesia Incorporated
Dana Rp2.400 T mengendap di bank karena pengusaha belum tarik kredit. OJK sebut kondisi bisnis belum optimal jadi pemicu rendahnya serapan. Foto ist.
baca 10 detik
  • Dana Rp2.400 T mengendap di bank karena pengusaha belum tarik kredit.
  • OJK sebut kondisi bisnis belum optimal jadi pemicu rendahnya serapan.
  • Solusi "Indonesia Incorporated" didorong untuk dongkrak permintaan kredit.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti fenomena tumpukan dana jumbo senilai Rp2.400 triliun yang masih mengendap di perbankan. Dana tersebut sejatinya adalah kredit yang sudah disetujui, namun belum ditarik oleh para debitur atau dikenal dengan istilah undisbursed loan.

Anggota Dewan Komisioner OJK, Dian Ediana Rae mengungkapkan bahwa tumpukan dana ini menjadi tantangan besar bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, hal ini mencerminkan sikap para pelaku usaha yang masih menahan diri.

"Kalau kita melihat perspektif lain, undisbursed loan itu komitmen para pengusaha untuk kemudian bisa merealisasikan pinjaman ini," ujar Dian dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dian tak menampik bahwa belum cairnya kredit ribuan triliun tersebut disebabkan oleh kondisi bisnis di sektor riil yang belum sepenuhnya pulih atau bergairah. Faktor permintaan (demand) menjadi kendala utama mengapa pengusaha enggan mengeksekusi pinjaman yang sudah ada di tangan.

"Persoalannya adalah bagaimana kita bisa menciptakan demand kredit yang signifikan," imbuhnya.

Ia menilai, perbankan sebenarnya sudah siap menyalurkan likuiditas tersebut, namun daya serap dari sisi industri masih tersendat akibat ketidakpastian pasar.

Guna memecahkan kebuntuan ini, OJK mendorong penguatan konsep Indonesia Incorporated. Konsep ini menitikberatkan pada kolaborasi vertikal dan horizontal antara pemerintah, BUMN, sektor swasta, hingga perbankan agar bergerak dalam satu visi yang sama.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. [Suara.com/Rina Anggraeni]
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. [Suara.com/Rina Anggraeni]

Dian berkaca pada kesuksesan negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura yang mampu mendongkrak konsumsi dan permintaan kredit melalui strategi koordinasi industri yang solid.

"Kalau kita bisa mewujudkan Indonesia Incorporated, semua simpang siur terkait perekonomian bisa lebih solid dan muncul komitmen bersama," jelas Dian.

baca juga

Dian optimistis, jika hambatan sistemik ini bisa diurai dan dana Rp2.400 triliun tersebut mengalir ke pasar, dampaknya akan sangat masif bagi roda ekonomi. "Bayangkan Rp2.400 triliun itu disalurkan saja, itu sudah sangat signifikan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pansel Jamin Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Bebas Nepotisme

Pansel Jamin Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Bebas Nepotisme

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:28 WIB

Syarat Jadi Bos OJK: Bukan Pengurus Partai dan Tidak Pernah Dipidana!

Syarat Jadi Bos OJK: Bukan Pengurus Partai dan Tidak Pernah Dipidana!

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 11:45 WIB

Pendaftaran Calon Ketua OJK Dibuka, Menkeu Purbaya Jadi Ketua Pansel

Pendaftaran Calon Ketua OJK Dibuka, Menkeu Purbaya Jadi Ketua Pansel

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 10:35 WIB

Terkini

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:53 WIB

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:35 WIB

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:33 WIB

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:02 WIB

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

×