Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Kerbau 'Menggila', Intervensi Pemerintah Dipertanyakan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 12 Februari 2026 | 15:22 WIB
Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Kerbau 'Menggila', Intervensi Pemerintah Dipertanyakan
Warga membeli daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Senin (11/3/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Harga daging sapi naik pasca-aksi mogok menjadi Rp140.000/kg, menyentuh batas atas acuan Bapanas menjelang Ramadan.
  • Harga daging kerbau impor menembus Rp120.000/kg di Jawa (50% di atas HAP), gagal menjadi stabilisator harga.
  • NAMPA mengkritik pemangkasan kuota impor swasta dan monopoli BUMN yang memicu kelangkaan bahan baku serta lonjakan harga.

Suara.com - Tekanan ekonomi jelang bulan suci Ramadan mulai dirasakan masyarakat. Harga daging sapi di pasar tradisional merangkak naik, sementara daging kerbau yang diharapkan menjadi stabilisator harga justru "terbang" jauh di atas harga acuan.

Ironisnya, kenaikan ini terjadi justru setelah para pedagang menghentikan aksi mogok dagang selama tiga hari pada akhir Januari lalu. Pantauan di lapangan menunjukkan rata-rata harga daging sapi kini bertengger di angka Rp140.000 per kilogram (kg).

Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Rabu (11/2/2026), harga daging sapi segar (chilled) paha depan dan paha belakang memang sudah menyentuh batas atas Harga Acuan Pembelian (HAP) konsumen sesuai Perbadan No. 12/2024, yakni di rentang Rp130.000 hingga Rp140.000/kg.

Kondisi yang lebih mengkhawatirkan justru terlihat pada komoditas daging kerbau. Daging impor asal India yang ditujukan untuk menekan harga agar terjangkau rakyat kecil ini justru sudah jauh melampaui HAP sebesar Rp80.000/kg.

Berdasarkan data secara nasional harga daging kerbau rata-rata mencapai Rp112.100/kg. Bahkan di Pulau Jawa, harganya menembus Rp120.000/kg, alias 50 persen di atas HAP. Kondisi ini sudah masuk kategori zona merah yang memerlukan intervensi pasar segera.

Padahal, impor daging kerbau ini dimonopoli oleh dua BUMN pangan, yakni PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dengan kuota mencapai 100.000 ton untuk tahun 2026.

Tingginya harga ini memicu kritik keras dari Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (NAMPA). Direktur Eksekutif NAMPA, Hastho Yulianto, menyoroti kisruh pemangkasan kuota impor daging sapi bagi pihak swasta yang hanya dijatah 30.000 ton tahun ini.

"Penurunan kuota ini berisiko besar memicu kekurangan bahan baku industri pengolahan daging. Pasar menjadi rentan terhadap gangguan karena pasokan terlalu terkonsentrasi di tangan BUMN," tegas Hastho.

Ia juga skeptis dengan pembukaan keran impor dari Brasil. Menurutnya, pengalaman sejak 2016 membuktikan bahwa monopoli impor oleh BUMN seringkali gagal menjadi instrumen stabilisasi harga.

"Kebijakan pemangkasan kuota ini sudah salah arah, diperparah dengan adanya ketidaksesuaian spesifikasi daging yang diizinkan (mismatch). Jika tidak ditinjau ulang, risiko penurunan kapasitas produksi hingga penghentian usaha bagi pelaku industri akan menjadi nyata," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ziarah Kubur Sebelum Puasa Namanya Apa? Ini Hukumnya dalam Islam

Ziarah Kubur Sebelum Puasa Namanya Apa? Ini Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Kamis, 12 Februari 2026 | 13:44 WIB

Surat Edaran Libur Ramadhan 2026 Apakah Sudah Terbit? Ini Keputusan Pemerintah

Surat Edaran Libur Ramadhan 2026 Apakah Sudah Terbit? Ini Keputusan Pemerintah

Lifestyle | Kamis, 12 Februari 2026 | 13:21 WIB

Apakah Harus Minta Maaf Sebelum Puasa? Ini Hukumnya

Apakah Harus Minta Maaf Sebelum Puasa? Ini Hukumnya

Lifestyle | Kamis, 12 Februari 2026 | 13:02 WIB

Terkini

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:46 WIB

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:11 WIB

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:52 WIB

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:42 WIB

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:41 WIB

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:28 WIB

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:25 WIB

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:24 WIB